Kulon Progo, 10 Juli 2025 – Sebagai langkah konkret dalam mendorong budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Magister Terapan K3 Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi K3 yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengamati langsung penerapan budaya K3 di lokasi usaha sekaligus memberikan pendampingan identifikasi potensi bahaya dan upaya pengendalian risikonya.
SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kulon Progo (8 Juli 2026) – Membangun lingkungan kerja yang aman tidak hanya diperuntukkan bagi industri skala besar, tetapi juga esensial bagi sektor usaha mikro. Menyadari hal tersebut, Program Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menggelar kegiatan sosialisasi penerapan K3 bagi lebih dari 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung PLUT KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Rabu (8/7/2026).
Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman pelaku UMKM mengenai K3. Meskipun beroperasi dalam skala kecil, proses produksi UMKM tetap menyimpan berbagai potensi bahaya, seperti risiko luka akibat alat kerja, kebakaran, paparan panas, hingga bahaya ergonomi. Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko untuk melindungi keselamatan pekerja sekaligus mendukung keberlangsungan usaha.
Banyumas, 23 Juni 2026 – Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan koordinasi penelitian terkait pengelolaan pascapanen kelapa berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Kantor Desa Pernasidi.
Kegiatan koordinasi ini dipimpin oleh Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H., selaku Ketua Tim Penelitian dari Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Diki didampingi oleh salah satu anggota tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yaitu Nasya Adelia Putri, S.K.M., M.Kes., dari Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.
Surakarta, Jumat 12 Juni 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama penelitian dengan PT. Patmanunggal Reka Abadi dalam pengembangan alat atau mesin untuk mendukung proses pengolahan pascapanen kelapa. Pengembangan awal ini berfokus pada nira kelapa. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil pertanian melalui penerapan teknologi yang efisien, aplikatif, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Kegiatan koordinasi dan diskusi teknis dilaksanakan di workshop PT. Patmanunggal Reka Abadi di Surakarta. Pertemuan ini merupakan diskusi lanjutan dari kerja sama yang telah dirintis kedua belah pihak sejak 2025. Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti dari Sekolah Vokasi UGM bersama mitra membahas konsep pengembangan alat, kebutuhan teknis mesin, rancangan awal, aspek fabrikasi, serta potensi penerapan mesin untuk mendukung pengolahan pascapanen kelapa.
Yogyakarta, 9 Mei 2026 – Keluarga Mahasiswa Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (KMD LIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada kembali sukses menyelenggarakan salah satu rangkaian terbesar dalam GEBYAR REKAM MEDIS UGM 2026, yaitu Olimpiade Rekam Medis Indonesia (ORI). Kegiatan tahunan ini menjadi ajang kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi, berinovasi, serta menunjukkan kompetensi terbaik di bidang rekam medis dan informasi kesehatan.
Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi K3 Indonesia (APTIK3I) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang dirangkaikan dengan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Pendidikan Tinggi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pada 12–14 Februari 2026 di El Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan perguruan tinggi anggota APTIK3I dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 33 perguruan tinggi penyelenggara program studi K3 tergabung dalam APTIK3I. Rakernas pertama ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi K3 secara nasional.
Fokus Selanjutnya: Transformasi Data Menjadi Aksi Kesehatan
Keberhasilan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Tetap Sehat di Usia Lanjut” di Desa Girikarto, Gunungkidul, pada Juli 2025, yang diselenggarakan oleh tim PkM Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM, telah membuka jalan bagi pengembangan program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Setelah intervensi awal berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan mengubah paradigma lansia dari “sehat tan pa gejala” menjadi proaktif dalam deteksi dini, tim PkM UGM kini merumuskan rekomendasi strategis untuk tahun mendatang. Fokus utama adalah pada pengelolaan kesehatan lansia yang spesifik dan penguatan sistem pencatatan data di Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP).
Tim PKM: Savitri Citra Budi, dan Tim
Panggang, Gunungkidul – Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi optimalisasi kesehatan lansia melalui Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan tema: “Tetap Sehat di Usia Lanjut”, pada Juli 2025 di wilayah Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini menyasar kader Posyandu, lansia, dan masyarakat umum, dengan tujuan meningkatkan kesadaran bahwa Posyandu ILP merupakan sarana strategis dalam menjaga kesehatan lansia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sistem kesehatan saat ini menghasilkan volume informasi yang sangat besar setiap harinya. Dari surveilans penyakit hingga cakupan program imunisasi, dan lingkup kesehatan lainnya, dimana semua terekam dalam berbagai sistem informasi. Volume data yang selalu meningkat ini membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Petugas surveillance bertanggung jawab mengidentifikasi pola penyakit, mendeteksi potensi outbreak, dan mengevaluasi program kesehatan. Untuk dapat memberikan analisis daata yang akurat dan informasi penting memerlukan kemampuan mengolah informasi yang kompleks, namun kenyataannya banyak petugas hanya menguasai teknik pengolahan standar. Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas dari Departemen Layanan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM melihat persoalan ini sebagai celah yang memerlukan perbaikan. “Ketika petugas tidak mampu melakukan analisis mendalam, kita kehilangan kesempatan untuk deteksi dini masalah kesehatan dan merespons dengan cepat,” ungkapnya.
Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengadakan program pelatihan untuk penguatan kompetensi petugas surveilans di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul. Program pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal, khususnya dalam literasi digital pengelolaan data kesehatan. Inisiatif kolaboratif ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan profesional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.




