Kulon Progo, 10 Juli 2025 – Sebagai langkah konkret dalam mendorong budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di masyarakat, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Magister Terapan K3 Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 10 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi K3 yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengamati langsung penerapan budaya K3 di lokasi usaha sekaligus memberikan pendampingan identifikasi potensi bahaya dan upaya pengendalian risikonya.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN.Eng. ini melibatkan tim dosen serta mahasiswa (Dr. Nur Rokhman, Dian Herawati, Shafwan Ahmad, Satria Alya, Tosan Aji, dan Rizki Fauziah). Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh ketua pengabdian. Setelah itu, rangkaian kegiatan langsung dilanjutkan dengan observasi lapangan ke berbagai sektor usaha UMKM, mulai dari industri kuliner, kerajinan, batik, hingga pengolahan hasil pertanian.
Selama observasi sebagai aktivitas utama, tim melakukan pengamatan mendalam terhadap kondisi lingkungan kerja, perilaku kerja, kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), penataan area produksi, serta penerapan prosedur keselamatan yang berjalan. Metode pendampingan dilakukan secara dialogis, di mana para pemilik dan pekerja UMKM diberikan kesempatan luas untuk berdiskusi terkait tantangan yang mereka hadapi. Dari diskusi ini, tim pengabdian langsung memberikan masukan serta rekomendasi praktis yang dapat diterapkan sesuai kapasitas dan karakteristik masing-masing UMKM.
“Budaya K3 memang penting diterapkan walau dalam skala kecil seperti UMKM ini,” tegas Dr. Ir. Nurulia Hidayah selaku Ketua Tim Pengabdian.
Dari hasil observasi tersebut, tim pengabdian memperoleh gambaran kondisi nyata tentang penerapan safety culture di UMKM Kulon Progo dan berhasil mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih memerlukan perbaikan. Pendampingan ini memberikan dampak langsung berupa peningkatan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya praktik kerja yang aman untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus mendukung produktivitas usaha.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat penguatan budaya K3 di sektor usaha mikro; dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara SV UGM, pemerintah daerah, dan penggiat UMKM.
Melalui rangkaian sosialisasi hingga observasi ini, para pelaku UMKM di Kulon Progo diharapkan semakin memahami urgensi safety culture dan mampu mengimplementasikan prinsip K3 secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depannya, tim SV UGM berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pendampingan serupa demi mewujudkan UMKM lokal yang aman, produktif, dan memiliki daya saing yang tinggi.


