Tim Peneliti SV UGM Lakukan Koordinasi Penelitian Pengelolaan Pascapanen Kelapa Berbasis K3 di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Banyumas

Banyumas, 23 Juni 2026 – Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan koordinasi penelitian terkait pengelolaan pascapanen kelapa berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Kantor Desa Pernasidi.

Kegiatan koordinasi ini dipimpin oleh Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H., selaku Ketua Tim Penelitian dari Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Diki didampingi oleh salah satu anggota tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, yaitu Nasya Adelia Putri, S.K.M., M.Kes., dari Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan.

Selain dari tim peneliti, kegiatan ini juga dihadiri oleh perangkat Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yaitu Sekretaris Desa Pernasidi, Ibu Hj. Siti Rochajati, Kepala Dusun II, Bapak Agus Hidrantio, serta Kepala Seksi Bidang Pelayanan, Bapak Agus Munandar.

Penelitian ini berfokus pada pengelolaan pascapanen kelapa yang tidak hanya menekankan pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas, tetapi juga pada penerapan prinsip K3 dalam setiap tahapan proses. Pengelolaan pascapanen kelapa di tingkat masyarakat masih banyak dilakukan secara tradisional, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai risiko kerja, seperti risiko luka akibat penggunaan alat tajam, gangguan ergonomi akibat posisi kerja yang kurang tepat, paparan panas dalam proses pengolahan, risiko kebakaran, serta potensi kelelahan kerja.

Melalui kegiatan koordinasi ini, tim peneliti bersama pemerintah desa membahas kondisi aktual pengelolaan pascapanen kelapa di Desa Pernasidi, termasuk potensi komoditas kelapa, alur kerja masyarakat, kendala teknis di lapangan, serta kebutuhan penerapan sistem kerja yang lebih aman dan sehat. Pendekatan K3 menjadi aspek penting agar pengembangan pascapanen kelapa tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan perlindungan tenaga kerja dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Ketua tim penelitian, Dr. Diki Bima Prasetio, menyampaikan bahwa penerapan K3 dalam pengelolaan pascapanen kelapa diperlukan untuk membangun sistem kerja yang lebih tertata, aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Identifikasi bahaya dan pengendalian risiko pada setiap tahapan pascapanen menjadi dasar penting dalam merancang rekomendasi perbaikan proses kerja di tingkat desa.

Hasil dari koordinasi awal ini akan menjadi dasar bagi tim peneliti dalam melakukan pemetaan potensi dan risiko K3 pada kegiatan pascapanen kelapa. Tahapan selanjutnya mencakup identifikasi proses kerja, analisis risiko, penyusunan rekomendasi pengendalian, serta pengembangan model pengelolaan pascapanen kelapa yang lebih aman, produktif, dan bernilai tambah.

Pemerintah Desa Pernasidi menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sejalan dengan upaya pengembangan potensi lokal desa, khususnya pada komoditas kelapa. Kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti lokal, dan pemerintah desa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, memperbaiki sistem kerja, serta mendukung pengelolaan pascapanen kelapa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam mendukung penguatan komoditas kelapa berbasis produktivitas, keselamatan kerja, kesehatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Penulis : Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*