Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi K3 Indonesia (APTIK3I) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang dirangkaikan dengan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Pendidikan Tinggi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pada 12–14 Februari 2026 di El Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan perguruan tinggi anggota APTIK3I dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 33 perguruan tinggi penyelenggara program studi K3 tergabung dalam APTIK3I. Rakernas pertama ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi K3 secara nasional.
• SDG 9 (Infrastruktur Industri dan Inovasi)
Fokus Selanjutnya: Transformasi Data Menjadi Aksi Kesehatan
Keberhasilan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Tetap Sehat di Usia Lanjut” di Desa Girikarto, Gunungkidul, pada Juli 2025, yang diselenggarakan oleh tim PkM Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM, telah membuka jalan bagi pengembangan program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Setelah intervensi awal berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan mengubah paradigma lansia dari “sehat tan pa gejala” menjadi proaktif dalam deteksi dini, tim PkM UGM kini merumuskan rekomendasi strategis untuk tahun mendatang. Fokus utama adalah pada pengelolaan kesehatan lansia yang spesifik dan penguatan sistem pencatatan data di Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP).
Sistem kesehatan saat ini menghasilkan volume informasi yang sangat besar setiap harinya. Dari surveilans penyakit hingga cakupan program imunisasi, dan lingkup kesehatan lainnya, dimana semua terekam dalam berbagai sistem informasi. Volume data yang selalu meningkat ini membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Petugas surveillance bertanggung jawab mengidentifikasi pola penyakit, mendeteksi potensi outbreak, dan mengevaluasi program kesehatan. Untuk dapat memberikan analisis daata yang akurat dan informasi penting memerlukan kemampuan mengolah informasi yang kompleks, namun kenyataannya banyak petugas hanya menguasai teknik pengolahan standar. Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas dari Departemen Layanan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM melihat persoalan ini sebagai celah yang memerlukan perbaikan. “Ketika petugas tidak mampu melakukan analisis mendalam, kita kehilangan kesempatan untuk deteksi dini masalah kesehatan dan merespons dengan cepat,” ungkapnya.
Gunungkidul, 2025 — Para petugas surveilans kesehatan di Kabupaten Gunungkidul kini semakin siap menghadapi era digital. Setelah mengikuti Pelatihan Pembuatan Dashboard Eksekutif Berbasis Google Looker Studio yang difasilitasi oleh dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), mereka berhasil menciptakan dashboard kesehatan interaktif yang menampilkan data secara visual, informatif, dan real-time.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul ini diikuti oleh 29 peserta, yang terdiri atas petugas surveilans dari 30 puskesmas serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan dipimpin oleh Dr. Marko Ferdian Salim, S.K.M., M.P.H. selaku Ketua Tim Pelaksana, bersama Dian Budi Santoso, S.K.M., M.P.H. dan Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng., yang berpengalaman dalam bidang manajemen informasi dan transformasi digital kesehatan.
Gunungkidul, 2025 — Di tengah tuntutan era digital, kemampuan mengelola dan menafsirkan data kesehatan secara cepat, akurat, dan mudah dipahami menjadi hal yang sangat penting. Menyadari kebutuhan tersebut, Dosen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi kegiatan Pelatihan Pembuatan Dashboard Eksekutif Berbasis Google Looker Studio bagi petugas surveilans kesehatan di Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM, dan diikuti oleh 29 petugas surveilans kesehatan yang mewakili 30 puskesmas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dan analitis peserta dalam mengolah serta memvisualisasikan data kesehatan secara interaktif, sehingga hasilnya dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making) di tingkat daerah.
Para petugas surveilans di wilayah kerja Kabupaten Kabupaten Gunungkidul kini makin terampil mengumpulkan dan mengelola data kesehatan secara digital. Keterampilan baru ini merupakan hasil program pelatihan kolaboratif antara Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang berfokus pada penggunaan platform elektronik untuk pengumpulan dan pengelolaan data kesehatan. Peningkatan kemampuan teknis tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan (sesuai SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan turut mendorong inovasi infrastruktur informasi kesehatan di daerah (relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
3 November 2025 – Medical Record Family (MRF) dan Keluarga Mahasiswa Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (KMDLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), telah sukses menyelenggarakan Internasional Guest Lecture (IGL) 2025. Acara ini mengangkat tema: “Use of Information Technology to Support Disease Surveillance Programs.” Kegiatan dilaksanakan secara luring pada hari Jumat, 17 Oktober 2025 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan global serta perspektif praktis dari pakar internasional terkemuka.
Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (M.Tr.K3), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, telah melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri pada tanggal 6–7 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 29 mahasiswa, didampingi oleh empat dosen, yaitu Dr. Diki Bima Prasetiyo, S.K.M., M.P.H., Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., Dian Budi Santoso, S.KM., M.P.H., dan Dr. Marko Ferdian Salim, S.K.M., M.P.H., serta satu tenaga kependidikan Ony Kustanti, A.Md. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengenalan langsung mengenai implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri energi dan manufaktur tekstil.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), 30 Oktober 2025 – Dalam sebuah inisiatif yang inovatif untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mulai melakukan uji coba aplikasi berbasis web baru yang bernama Medical Codification Academy. Aplikasi inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam kodifikasi klinis, yang merupakan aspek penting dalam manajemen informasi kesehatan.
Dr. Rita Dian Pratiwi, S.Kep.,MPH
Yogyakarta – Di tengah upaya Indonesia menuju eliminasi TB 2030, ketepatan pengkodean diagnosis ICD-10 menjadi faktor krusial yang mempengaruhi efisiensi pembiayaan kesehatan nasional. Penelitian Sekolah Vokasi UGM mengembangkan Integration Worker System (IWS) untuk memvalidasi dan meningkatkan akurasi kode ICD-10 pada kasus tuberkulosis.
INDONESIA HADAPI TANTANGAN BESAR DALAM ELIMINASI TB
Indonesia saat ini menghadapi tantangan kesehatan yang sangat serius dalam penanggulangan tuberkulosis. Berdasarkan Global TB Report 2024, negara ini menempati posisi kedua dunia dengan estimasi 1,09 juta kasus TB dan 125.000 kematian setiap tahunnya. Data Kementerian Kesehatan hingga Agustus 2025 menunjukkan baru 508.994 kasus yang ternotifikasi, atau hanya 47% dari target nasional sebanyak 900.000 kasus.
