Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (M.Tr.K3), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, telah melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri pada tanggal 6–7 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 29 mahasiswa, didampingi oleh empat dosen, yaitu Dr. Diki Bima Prasetiyo, S.K.M., M.P.H., Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., Dian Budi Santoso, S.KM., M.P.H., dan Dr. Marko Ferdian Salim, S.K.M., M.P.H., serta satu tenaga kependidikan Ony Kustanti, A.Md. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengenalan langsung mengenai implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor industri energi dan manufaktur tekstil.
Hari Pertama — PLN Indonesia Power UBP Semarang
PT PLN Indonesia Power UBP Semarang merupakan Unit Bisnis Pembangkitan dari PT PLN Indonesia Power, yang merupakan Subholding dari PT PLN (Persero). Unit ini bertugas mengelola dan mengoperasikan infrastruktur pembangkit listrik, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambaklorok di Semarang.
Kegiatan diawali dengan safety induction, yang memberikan penjelasan mengenai kebijakan K3, prosedur kedaruratan, serta standar penggunaan APD bagi pengunjung. Peserta kemudian menerima paparan materi terkait sistem manajemen K3, manajemen risiko operasi pembangkit, dan pengendalian potensi bahaya dalam sistem energi. Setelah itu, peserta mengikuti tur fasilitas untuk mengamati area operasi pembangkit listrik secara langsung. Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif, penyerahan plakat, dan dokumentasi bersama.
Hari Kedua — PT. Safari Junie Textindo Industry Boyolali
PT. Safari Junie Textindo Industry merupakan perusahaan manufaktur tekstil di Boyolali yang menjalankan proses produksi mulai dari pengolahan benang, penenunan (weaving), hingga pewarnaan dan finishing. Industri tekstil memiliki karakter risiko kerja yang khas, seperti paparan kebisingan dan debu tekstil, ergonomi operasional, potensi kebakaran, serta tantangan dalam pengelolaan limbah.
Kegiatan kunjungan diawali dengan safety briefing mengenai prosedur K3 di lingkungan pabrik, dilanjutkan dengan pemaparan profil perusahaan dan materi terkait penerapan sistem K3. Mahasiswa kemudian mengikuti factory tour untuk mengamati langsung pengendalian bahaya pada setiap tahapan proses produksi. Selanjutnya, dilakukan diskusi teknis dengan tim K3 perusahaan mengenai strategi pengendalian risiko dan tantangan penerapannya di industri padat karya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama.
Kunjungan kunjungan industri ini memberikan pengalaman pembelajaran langsung mengenai implementasi K3 di sektor manufaktur, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep manajemen risiko, pengendalian bahaya, dan budaya keselamatan di tempat kerja. Kegiatan ini juga mendorong pengembangan keterampilan analitis dan profesional yang mendukung kesiapan mahasiswa sebagai calon praktisi K3 yang kompeten.

