Pelatihan Pengelolaan Data Kesehatan Digital Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul

Para petugas surveilans di wilayah kerja Kabupaten Kabupaten Gunungkidul kini makin terampil mengumpulkan dan mengelola data kesehatan secara digital. Keterampilan baru ini merupakan hasil program pelatihan kolaboratif antara Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang berfokus pada penggunaan platform elektronik untuk pengumpulan dan pengelolaan data kesehatan. Peningkatan kemampuan teknis tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan (sesuai SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan turut mendorong inovasi infrastruktur informasi kesehatan di daerah (relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Sebelumnya, petugas surveilans di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menghadapi tantangan dalam mengumpulkan data kesehatan secara cepat dan akurat karena proses yang manual serta keterbatasan literasi digital. Melalui pelatihan intensif, para petugas tersebut dikenalkan secara lebih mendalam pada penggunaan Google Form sebagai alat bantu survei dan pengumpulan data kesehatan secara elektronik. Keterampilan baru ini akan mempersingkat alur kerja dan meningkatkan validitas data, sehingga dapat mempercepat respons penanganan kasus di lapangan, selaras dengan upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (SDG 3).

 

Selain berdampak pada aspek kesehatan, hasil pelatihan ini juga mencerminkan langkah inovatif dalam membangun infrastruktur data kesehatan di daerah. Penerapan teknologi sederhana seperti Google Form dan Google Sheet merupakan inovasi yang sesuai kebutuhan lokal: mudah digunakan, hemat biaya, namun efektif untuk digitalisasi data kesehatan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan teknologi digital dalam pekerjaan sehari-hari, terbukti dari peningkatan skor post-test dibanding pre-test usai pelatihan. Antusiasme para peserta menandakan potensi perubahan budaya kerja menuju pemanfaatan teknologi, yang merupakan fondasi penting bagi inovasi berkelanjutan (SDG 9).

Peningkatan keterampilan digital petugas surveilans di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul ini membuktikan bahwa investasi pada SDM dan teknologi di sektor kesehatan membawa dampak ganda yaitu layanan kesehatan yang lebih baik (SDG 3) dan terbangunnya infrastruktur informasi yang modern (SDG 9). Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah telah melahirkan inovasi yang sesuai kebutuhan lokal. Diharapkan, pelaksanaan program ini menjadi model bagi daerah lain dalam menerapkan solusi digital sederhana namun efektif di fasilitas kesehatan. Langkah kecil dari Gunungkidul ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam sektor kesehatan bisa dimulai dari mana saja, selama ada kemauan untuk belajar dan berkolaborasi. Ke depan, masyarakat dapat menantikan layanan kesehatan yang semakin responsif, efisien, dan tepat sasaran, selaras dengan cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*