Yogyakarta, Juli 2025 — Dr. Marko Ferdian Salim, S.K.M., M.P.H., tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan sistem informasi surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD) interaktif berbasis R-Shiny, yang dirancang untuk mendukung pemantauan dan analisis penyebaran DBD secara lebih modern, adaptif, dan berbasis data spasial. Inovasi ini dipimpin oleh Marko Ferdian Salim, dengan anggota tim Nur Rokhman, Annisa Maulida Ningtyas, dan Dian Budi Santoso, sebagai bagian dari Kelompok Bidang Keilmuan (KBK) Sains dan Teknologi Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM.
Pengembangan sistem ini berangkat dari tantangan yang dihadapi sistem surveilans DBD konvensional yang selama ini masih bersifat manual, kurang interaktif, dan terbatas dalam mengintegrasikan data spasial, demografis, serta lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi R-Shiny, tim peneliti menghadirkan platform berbasis web yang memungkinkan visualisasi data secara real-time dan interaktif. Sistem ini menyediakan antarmuka intuitif bagi pengguna untuk menampilkan grafik tren kasus, tabel dinamis, serta peta distribusi spasial yang terintegrasi dengan berbagai sumber data kesehatan masyarakat.
R-Shiny merupakan framework open-source berbasis bahasa pemrograman R yang memiliki keunggulan dalam analisis statistik dan visualisasi interaktif. Framework ini memungkinkan pengguna melakukan eksplorasi data tanpa memerlukan keahlian pemrograman lanjutan, sehingga ideal untuk pengembangan sistem informasi kesehatan yang bersifat spasial-temporal. Melalui pendekatan ini, data epidemiologi dapat dianalisis secara lebih cepat, akurat, dan informatif.
Sistem yang dikembangkan memungkinkan petugas surveilans di Dinas Kesehatan untuk memantau tren kasus DBD secara langsung serta melakukan analisis spasial terhadap wilayah berisiko tinggi. Hasil visualisasi interaktif membantu pengguna dalam mendeteksi pola peningkatan kasus berdasarkan waktu dan lokasi, sehingga memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based decision making). Penelitian ini dilaksanakan di Yogyakarta selama periode Mei hingga Oktober 2025 dengan pendekatan Research and Development (R&D), menggunakan data epidemiologi aktual untuk membangun dan menguji sistem secara fungsional.
Menurut Marko Ferdian Salim, pengembangan sistem ini merupakan tahap awal menuju transformasi digital dalam bidang surveilans kesehatan berbasis geospasial. “Melalui R-Shiny, kami ingin menghadirkan sistem yang interaktif dan mudah diakses, sehingga proses pemantauan dan analisis penyebaran DBD dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan berbasis data,” ungkapnya.
Inovasi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta sejalan dengan flagship UGM “Ketangguhan Sosial Budaya Masyarakat”. Keberhasilan ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan framework GEODANCE (Geospatial Dengue Analysis and Surveillance Framework) yang akan diluncurkan pada tahap berikutnya sebagai sistem surveilans DBD berbasis spasial yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
