Sistem kesehatan saat ini menghasilkan volume informasi yang sangat besar setiap harinya. Dari surveilans penyakit hingga cakupan program imunisasi, dan lingkup kesehatan lainnya, dimana semua terekam dalam berbagai sistem informasi. Volume data yang selalu meningkat ini membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Petugas surveillance bertanggung jawab mengidentifikasi pola penyakit, mendeteksi potensi outbreak, dan mengevaluasi program kesehatan. Untuk dapat memberikan analisis daata yang akurat dan informasi penting memerlukan kemampuan mengolah informasi yang kompleks, namun kenyataannya banyak petugas hanya menguasai teknik pengolahan standar. Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas dari Departemen Layanan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM melihat persoalan ini sebagai celah yang memerlukan perbaikan. “Ketika petugas tidak mampu melakukan analisis mendalam, kita kehilangan kesempatan untuk deteksi dini masalah kesehatan dan merespons dengan cepat,” ungkapnya.




