Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Magister Terapan K3 SV UGM Gelar Sosialisasi bagi Pelaku UMKM Kulon Progo

Kulon Progo (8 Juli 2026) – Membangun lingkungan kerja yang aman tidak hanya diperuntukkan bagi industri skala besar, tetapi juga esensial bagi sektor usaha mikro. Menyadari hal tersebut, Program Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menggelar kegiatan sosialisasi penerapan K3 bagi lebih dari 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung PLUT KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Rabu (8/7/2026).

Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman pelaku UMKM mengenai K3. Meskipun beroperasi dalam skala kecil, proses produksi UMKM tetap menyimpan berbagai potensi bahaya, seperti risiko luka akibat alat kerja, kebakaran, paparan panas, hingga bahaya ergonomi. Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko untuk melindungi keselamatan pekerja sekaligus mendukung keberlangsungan usaha.

 

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pelaksana, Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., yang menekankan urgensi K3 sebagai bagian integral dari pengembangan UMKM. Turut hadir dan memberikan apresiasi, Ketua Forum Komunikasi UMKM Kabupaten Kulon Progo serta Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kulon Progo.

 

Dalam sesi aktivitas utama, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai konsep analisis risiko bahaya, serta hierarki pengendalian risiko—mulai dari eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif (SOP), hingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai benteng terakhir. Sebagai studi kasus, narasumber juga mengajak peserta mengidentifikasi potensi bahaya di industri kuliner, seperti lantai licin, instalasi listrik yang tidak standar, hingga postur kerja yang tidak ergonomis.

Ketua Tim Pengabdian SV UGM, Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., dalam pesannya memberikan penekanan kuat tentang paradigma keselamatan kerja. “Keselamatan bukanlah sebuah biaya operasional, melainkan investasi mutlak untuk masa depan usaha dan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.

 

Kegiatan yang melibatkan tim dosen dan mahasiswa (Dian Herawati, Shafwan Ahmad, Satria Alya, Tosan Aji, dan Rizki Fauziah) ini terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test di awal acara dan post-test di akhir sesi, terjadi peningkatan pemahaman peserta secara signifikan mengenai konsep dasar K3 dan pengendalian risiko.

Upaya peningkatan kualitas kerja UMKM ini merupakan manifestasi nyata dukungan UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama, SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) melalui pencegahan kecelakaan kerja; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat penguatan budaya keselamatan di lingkungan UMKM; dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tergambar dari kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat pelaku usaha.

 

Melalui sosialisasi ini, kesadaran pelaku UMKM di Kulon Progo diharapkan semakin terbentuk sehingga prinsip-prinsip K3 dapat diaplikasikan secara konsisten dalam aktivitas produksi sehari-hari. Ke depannya, kolaborasi strategis ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mewujudkan ekosistem UMKM lokal yang aman, sehat, berdaya saing, dan produktif.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*