SLEMAN – Tim peneliti dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), yang dipimpin oleh Dina Fitriana Rosyada, S.K.M., M.KL., berhasil mengembangkan inovasi teknologi pendeteksi titik tubuh berbasis kecerdasan buatan untuk mengevaluasi postur kerja petugas rekam medis di rumah sakit. Riset ini diinisiasi oleh kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan dan Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Latar belakang pengembangan riset ini bertumpu pada maraknya kelelahan fisik dan risiko gangguan otot serta tulang akibat posisi duduk statis saat mengolah data pasien volume tinggi dalam durasi panjang. Inovasi ini bertujuan memberikan alat evaluasi otomatis yang presisi untuk mencegah risiko cedera kerja secara proaktif.
Secara konvensional, evaluasi postur tubuh metode Rapid Upper Limb Assessment mengandalkan pengamatan manual ahli yang memakan waktu dan rentan subjektivitas. Tim riset DLIKES SV UGM memecahkan tantangan tersebut dengan mengintegrasikan teknologi pemrosesan citra digital berbasis algoritma YOLOv8 versi 8 dan pemanfaatan kamera sensor kedalaman. Teknologi ini memetakan titik krusial tubuh petugas saat memproses dokumen di layar monitor secara langsung. Data koordinat spasial visual diproses secara otomatis oleh sistem untuk mengukur derajat kemiringan pundak, leher, dan punggung guna menentukan tingkat risiko ergonomi secara konsisten.
Rangkaian kegiatan riset dan pengembangan prototipe ini diawali dengan pengumpulan dataset awal postur kerja staf medis di laboratorium terpadu DLIKES SV UGM. Tahap selanjutnya diisi dengan pemrograman serta optimasi algoritma kecerdasan buatan agar mampu mengenali pergerakan tubuh secara presisi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan uji coba pemantauan langsung di area rekam medis rumah sakit mitra, dan ditutup dengan verifikasi akurasi hasil kalkulasi otomatis bersama praktisi keselamatan kerja.
Ketua Tim Peneliti DLIKES SV UGM, Dina Fitriana Rosyada, S.K.M., M.KL., menegaskan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung kesehatan tenaga kesehatan. “Inovasi ini dirancang untuk menggantikan pengamatan manual yang berisiko bias, sehingga intervensi ergonomi dapat dilakukan secara tepat waktu. Diharapkan efisiensi kerja dan keselamatan fisik petugas rekam medis dapat terjaga secara berkesinambungan,” ungkapnya saat memaparkan hasil pengujian prototipe.
Pengembangan riset ini menghasilkan prototipe sistem pemantau ergonomi otomatis berbasis visual digital yang mampu mendeteksi risiko cedera postur secara langsung. Luaran kegiatan ini mencakup draf publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi, pendaftaran hak cipta modul perangkat lunak, serta penyusunan panduan penerapan keselamatan kerja digital di fasilitas pelayanan kesehatan. Dampak nyata dari kehadiran teknologi ini adalah mempermudah manajemen rumah sakit dalam mengawasi kondisi kerja staf tanpa mengganggu aktivitas operasional harian.
Inovasi teknologi ergonomi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya poin ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui perlindungan tenaga medis dari penyakit akibat kerja, serta poin kesembilan tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui digitalisasi kesehatan. Sebagai rencana tindak lanjut, tim riset DLIKES SV UGM berkomitmen untuk terus menyempurnakan prototipe ini agar dapat terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit serta siap diimplementasikan secara luas di berbagai unit kerja pelayanan kesehatan.
