Perkuat Kesiapan Transformasi Digital dan Uji OSCE Nasional, DLIKES SV UGM Gelar Kuliah Umum MIK 2026

Sleman – Medical Record Family (MRF) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) 2026 bertajuk “Penguatan Materi Pembelajaran Mahasiswa MIK dalam Menghadapi Transformasi Digital dan OSCE Nasional”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM dan disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Dept. LIKES SV UGM.

Inisiatif Divisi Kelompok Studi MRF ini dilatarbelakangi oleh pergeseran tata kelola data kesehatan nasional dari sistem manual menuju Rekam Medis Elektronik (RME). Perkembangan teknologi informasi menuntut standar keamanan, format data, dan terminologi medis yang seragam di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Selain tantangan digitalisasi, calon lulusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) diwajibkan menempuh Uji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) RMIK Nasional sebelum memasuki dunia kerja.

Kegiatan ini wajib diikuti secara luring oleh mahasiswa Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan angkatan 2025 dan 2026, serta mahasiswa angkatan 2024 secara daring. Mahasiswa angkatan 2023, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), hingga mahasiswa Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) turut berpartisipasi secara daring.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, penampilan seni tari mahasiswa, serta sambutan dari Ketua Panitia, Ketua MRF, Ketua Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, dan Wakil Dekan SV UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni. Diskusi panel dipandu oleh Nuryati, S.Far., M.P.H., dosen Sarjana Terapan MIK SV UGM, dengan menghadirkan dua narasumber ahli:

  1. Ari Sukawan, A.Md.RMIK, S.ST., M.Kes. (Wakil Ketua Kolegium PMIK), membawakan materi “Implementasi SIMGOS dalam Mendukung Transformasi Digital dan Praktik Profesional PMIK”.
  2. Agung Dwi Saputro, A.Md., S.K.M., MARS. (Ketua DPD PORMIKI DIY), membawakan materi “Strategi Penguatan Kompetensi Mahasiswa MIK dalam Menghadapi Uji OSCE Nasional”.

Dalam pemaparannya, Ari Sukawan menekankan pentingnya penguasaan sistem terintegrasi bagi calon PMIK. “Harapan saya yang dibutuhkan skill saat ini dalam penggunaan SIMGOS bagaimana kita menguasai penginputan sampai dengan output sehingga mendapatkan data yang akurat,” tegas Ari.

Sementara itu, Agung Dwi Saputro menggarisbawahi pentingnya kesiapan teknis dan mental. “OSCE adalah ujian kompetensi bukan sekedar ujian hafalan. Kompetensi bukan hadiah, tetapi kompetensi adalah hasil dari latihan yang disiplin, feedback yang jujur, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Agung.

Penyelenggaraan kuliah umum ini memberikan dampak nyata dalam memperluas wawasan akademis dan kesiapan praktis mahasiswa. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kualitas tata kelola data kesehatan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat penyediaan wadah penguatan kompetensi yang berkelanjutan.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, penyampaian kesimpulan oleh moderator, dan penyerahan cinderamata. Melalui agenda ini, DLIKES SV UGM berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia bidang kesehatan yang adaptif, kompeten, dan siap mendukung integrasi sistem informasi kesehatan secara nasional.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*