SLEMAN — Tim peneliti Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan SilicoScan.id, sebuah prototipe aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung analisis citra radiologi dada dalam penelitian penyakit silikosis. Inovasi teknologi kesehatan digital ini diinisiasi oleh peneliti dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) SV UGM guna merespons tingginya risiko penyakit paru akibat kerja pada lingkungan industri yang terpapar debu silika kristalin.
Pengembangan SilicoScan.id diketuai oleh Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., staf pengajar pada Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (MKKK) Sekolah Vokasi UGM. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tantangan klinis dalam mendeteksi silikosis—penyakit paru kronis akibat paparan debu industri yang memerlukan identifikasi cermat. Tujuan utama penelitian ini adalah menghadirkan pendekatan komputasional berbasis deep learning yang mampu mengolah informasi visual secara otomatis, tepat, dan terstruktur guna memperkuat analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Alur pengembangan inovasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan terencana. Kegiatan diawali dengan pengumpulan serta pengolahan data citra medis radiologi, dilanjutkan dengan pelatihan model pemrosesan algoritma, pengintegrasian model AI ke dalam sistem antarmuka berbasis web, hingga pengujian fungsionalitas aplikasi dan evaluasi pengalaman pengguna (user experience).
Materi dan aktivitas utama dalam penelitian ini berfokus pada penerapan metode two-stage deep learning. Pendekatan dua tahap ini memproses citra rontgen dada dalam alur yang saling berkaitan: tahap pertama melakukan penyiapan dan pemrosesan awal citra visual (image preprocessing), sedangkan tahap kedua melakukan klasifikasi pola indikasi medis. Melalui alur ini, sistem AI dapat mempelajari karakteristik visual penyakit silikosis dari data latih untuk menghasilkan prediksi awal yang konsisten.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Peneliti, Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah konkret perguruan tinggi dalam mendukung digitalisasi pelayanan kesehatan kerja.
“Melalui SilicoScan.id, kami berupaya menjembatani teknologi kecerdasan buatan dengan kebutuhan nyata di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Sistem ini dikembangkan sebagai prototipe riset pendukung yang diharapkan mampu membantu analisis awal citra radiologi secara lebih cepat dan terstruktur, tanpa mengabaikan peran krusial tenaga medis,” tegas Dr. Nur Rokhman.
Hasil dan luaran utama dari kegiatan riset ini adalah terciptanya platform web interaktif SilicoScan.id yang siap digunakan untuk pengujian akademis dan riset terapan. Inovasi ini memberikan dampak positif dalam memperkuat sinergi keilmuan multidisiplin di lingkungan Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan SV UGM, yang menaungi Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) dan Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (MKKK).
Pengembangan SilicoScan.id secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Mendorong pengembangan inovasi teknologi medis untuk memperkuat analisis dan deteksi risiko penyakit paru akibat kerja.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mendukung perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerja di sektor industri berisiko tinggi.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mengembangkan riset teknologi informasi dan komunikasi untuk memperkuat kapasitas inovasi kesehatan digital dalam negeri.
Sebagai rencana tindak lanjut, tim peneliti SV UGM berkomitmen untuk melangkah ke tahap validasi klinis bersama dokter spesialis radiologi dan dokter spesialis paru, serta menguji keandalan model AI menggunakan kumpulan data yang lebih representatif. Melalui kehadiran SilicoScan.id, Sekolah Vokasi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan riset terapan berdaya guna bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan dunia industri.
