Cegah Cedera Otot-Rangka, Tim KBK Kesehatan Kerja DLIKES SV UGM Edukasi Ergonomi dan Cek Kesehatan Petani di Kulon Progo

KULON PROGO — Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Kesehatan Kerja Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) menggelar program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja petani. Kegiatan bertajuk edukasi penerapan ergonomi dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh ini dilaksanakan di Dusun Tompak, Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan 30 anggota Kelompok Tani Sido Dadi.

Aktivitas sektor pertanian umumnya mengandalkan kekuatan fisik secara intensif, seperti bekerja dengan posisi tubuh membungkuk, gerakan berulang dalam durasi lama, serta pengangkatan beban berat. Pola kerja tersebut berisiko tinggi memicu gangguan otot dan rangka (musculoskeletal disorders). Oleh karena itu, program pengabdian ini hadir untuk mengedukasi para petani mengenai prinsip kerja aman dan nyaman guna mencegah cedera jangka panjang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi materi ergonomi pertanian, dilanjutkan dengan simulasi postur tubuh yang benar saat beraktivitas di lapangan. Selanjutnya, tim melakukan peninjauan lapangan dan penilaian lingkungan kerja, serta ditutup dengan sesi pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh peserta.

Dalam materi utama, para petani diajak mempraktikkan langsung posisi tubuh yang presisi saat mencangkul, memanen, dan memindahkan hasil pertanian, termasuk memahami batas aman beban angkat. Selain itu, tim pengabdian mengadakan lomba kesehatan lingkungan kerja dengan mengamati 13 lahan pertanian warga. Penilaian mencakup kondisi lahan, kebersihan kandang, ketersediaan sumber air, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penyimpanan pestisida yang aman, hingga pengelolaan limbah pertanian.

Ketua Tim Pengabdian DLIKES SV UGM, Dina Fitriana Rosyada, S.K.M., M.K.L., menegaskan pentingnya budaya keselamatan kerja di sektor agraris.

“Penerapan ergonomi sangat krusial dalam dunia pertanian. Kebiasaan bekerja dengan posisi tubuh yang benar dapat mencegah cedera, menjaga kenyamanan, serta menjamin keselamatan petani di lapangan agar tetap produktif,” tegasnya.

Melalui intervensi ini, peserta memperoleh gambaran jelas mengenai kondisi fisik mereka melalui skrining tulang punggung (kifosis, lordosis, dan skoliosis) serta pemeriksaan glukosa darah, tekanan darah, asam urat, dan Body Mass Index (BMI). Pengetahuan baru ini disambut positif oleh warga. Legiman, salah satu anggota Kelompok Tani Sido Dadi, mengungkapkan apresiasinya atas edukasi yang diberikan.

“Saya baru memahami bahwa aktivitas bertani sehari-hari ternyata harus menerapkan aturan ergonomi demi menjaga kesehatan tubuh agar tidak cepat cedera,” tuturnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan) melalui pencegahan penyakit akibat kerja dan peningkatan derajat kesehatan petani, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan lingkungan kerja pertanian yang aman, sehat, dan produktif.

Melalui keterkaitan akademis dan pengabdian nyata dari prodi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan serta Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja DLIKES SV UGM, program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan kerja ergonomis yang berkelanjutan di Dusun Tompak. Tim pengabdian berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat pedesaan dalam mewujudkan lingkungan kerja agraris yang sehat, aman, dan berdaya saing.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*