YOGYAKARTA — Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), kembali memperkuat sistem manajemen pelayanan kesehatan nasional melalui implementasi inovasi digital Patient Safety Incident Reporting (PaSIR). Kegiatan implementasi kedua di rumah sakit pemerintah ini diselenggarakan di Kota Yogyakarta pada Jumat (09/10), sebagai langkah nyata dalam mentransformasi pelaporan insiden keselamatan pasien dari sekadar dokumentasi administratif menjadi sarana pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
Setiap insiden keselamatan pasien yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan menyimpan pembelajaran penting untuk mencegah masuknya bahaya berulang. Inovasi PaSIR dikembangkan oleh civitas akademika DLIKES SV UGM untuk menjawab tantangan tata kelola keselamatan pasien di rumah sakit. Sistem ini dirancang untuk mengelola keseluruhan rantai pelaporan insiden secara terstruktur dan sistematis, mencakup tahap pelaporan awal, verifikasi data, analisis akar masalah (root cause analysis), hingga penyusunan rekomendasi perbaikan berbasis bukti. Manfaat utama dari penerapan platform ini adalah terciptanya transparansi data, percepatan alur komunikasi internal, serta peningkatan responsif perbaikan mutu layanan kesehatan.
Rangkaian kegiatan implementasi diawali dengan sesi pembukaan dan pemaparan evaluasi dari penerapan PaSIR pada fase pertama di rumah sakit pemerintah terdahulu. Agenda dilanjutkan dengan demonstrasi alur kerja platform digital, sosialisasi modul teknis, serta pelatihan simulasi interaktif pelaporan insiden bagi para tenaga kesehatan dan tim manajemen mutu rumah sakit. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan langsung dalam mengoperasikan fitur verifikasi dan analisis kasus guna memastikan kesesuaian sistem dengan regulasi dan alur kerja lokal rumah sakit.
Materi utama kegiatan berfokus pada dua aspek krusial, yaitu integrasi teknis platform PaSIR dan penguatan just culture (budaya adil). Aktivitas dilanjutkan dengan pemetaan potensi hambatan infrastruktur serta penyelarasan kebijakan internal rumah sakit terhadap standar keselamatan pasien nasional.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan tim pengembang PaSIR dari DLIKES SV UGM menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam manajemen keselamatan pasien. “Keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata bergantung pada keandalan teknologi. Kesiapan sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, alur kerja yang jelas, serta budaya organisasi menjadi fondasi utama. Pelaporan insiden bukanlah upaya mencari kesalahan individu, melainkan mekanisme organisasi untuk belajar dan memperbaiki sistem secara berkelanjutan,” tegasnya.
Penerapan PaSIR periode ini mencatatkan luaran berupa peningkatan pemahaman teknis tenaga kesehatan dalam mengoperasikan sistem pelaporan digital serta terbentuknya draf awal Standar Operasional Prosedur (SOP) integrasi data insiden di rumah sakit mitra. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terciptanya lingkungan kerja kesehatan yang tanggap, transparan, dan berfokus pada keselamatan pasien.
Inisiatif penguatan keselamatan pasien berbasis digital ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk digitalisasi sektor kesehatan.
Sebagai tindak lanjut, DLIKES SV UGM bersama pihak manajemen rumah sakit berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala dan evaluasi paska-implementasi selama tiga bulan ke depan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan sistem PaSIR berjalan optimal, sekaligus menjadi modalitas pengembangan modul lanjutan sesuai kebutuhan dinamika fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
