KULON PROGO (Kamis, 20 Agustus 2026) – Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKes) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menggelar pelatihan Kodifikasi Klinis Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) se-Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Field Research Center (FRC) SV UGM, Kulon Progo ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan adaptabilitas para profesional rekam medis dalam menghadapi era digitalisasi kesehatan.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengelolaan data kesehatan. Meskipun integrasi AI mampu mempercepat proses otomatisasi, potensi kesalahan algoritma (algorithmic error) tetap menjadi risiko nyata yang dapat memengaruhi keselamatan pasien serta akurasi statistik medis. Oleh karena itu, pelatihan ini diselenggarakan guna membekali PMIK dengan keterampilan teknis penggunaan AI sekaligus pemahaman mendalam mengenai pentingnya verifikasi ketepatan data secara berkala.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan resmi oleh pimpinan Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan SV UGM. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi integrasi AI, simulasi pengkodean klinis (hands-on practice), diskusi interaktif mengenai privasi data, hingga penutupan yang diisi dengan penyusunan rekomendasi tindak lanjut.
Dalam sesi materi dan aktivitas utama, para peserta dibekali kemampuan praktis menavigasi perangkat lunak kodifikasi berbasis AI untuk penetapan kode diagnosis (ICD). Selain berlatih menggunakan instrumen digital, peserta diajak menganalisis Isu etika, transparansi algoritma, serta regulasi kerahasiaan data pasien. Pendekatan ini memastikan para PMIK tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga tanggap terhadap aspek etis dan hukum.
Ketua Tim Program Pelatihan, Angga Eko Pramono, S.KM., M.Sc., menekankan bahwa peran manusia (human-in-the-loop) tetap menjadi kunci utama. “Selain mahir menggunakan AI untuk mendukung kodifikasi klinis, PMIK juga diharapkan mampu memitigasi potensi kesalahan AI. Oleh karena itu, aspek verifikasi ketepatan hasil kodifikasi klinis sangat diperlukan,” tegasnya.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis peserta dalam mengoperasikan serta mendeteksi potensi kekeliruan sistem otomatis. Dampaknya, para PMIK di Kabupaten Kulon Progo kini memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjaga integritas, akurasi, dan keamanan data rekam medis di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
Kegiatan ini secara langsung mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kualitas data rekam medis berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menjamin mutu pelayanan kesehatan. Pelatihan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi secara bijak di sektor kesehatan.
Sebagai rencana tindak lanjut, Tim Pengabdian SV UGM berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkala serta menyusun panduan standar operasional verifikasi AI. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem digitalisasi kesehatan nasional yang aman, teruji, dan akuntabel.
