Identifikasi Bahaya Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal, Tim SV UGM Telaah UMKM Rafi Handicrafts

KULON PROGO (Jumat, 28 Agustus 2026) – Tim peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melaksanakan kegiatan identifikasi bahaya dan penilaian risiko kerja di workshop UMKM Rafi Handicrafts, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dipimpin oleh Dian Herawati, S.T., SST, MPH. selaku peneliti utama, bersama anggota tim lintas disiplin ilmu yang terdiri atas Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM., serta anggota mahasiswa yakni Rizki Fauziah Muawan, Tosan Aji, dan Shafa Danella Apta Sani. Kegiatan lapangan ini difokuskan pada pemetaan potensi bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemetaan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada perajin serat alam.

Latar belakang dilaksanakannya riset lapangan ini berangkat dari tingginya aktivitas fisik perajin yang berisiko memicu gangguan kesehatan otot dan rangka. Industri kerajinan berbahan pelepah pisang, eceng gondok, dan mendong memiliki karakteristik proses produksi yang khas pada tiap jenis bahannya. Setiap tahapan pengolahan menuntut perajin bekerja dalam postur statis dan melakukan gerakan berulang (repetitive movements) dalam durasi panjang. Tanpa pengelolaan risiko K3 yang memadai, perajin rentan mengalami keluhan nyeri pada area leher, bahu, punggung, hingga pergelangan tangan. Riset ini bertujuan memetakan risiko kerja secara nyata di lapangan guna memberikan dasar rekomendasi intervensi ergonomi bagi UMKM.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan alur proses produksi serta observasi kondisi lingkungan kerja. Selanjutnya, tim riset SV UGM membagi fokus pada dua aktivitas utama, yaitu wawancara terstruktur dan pengukuran keluhan ergonomi. Wawancara singkat dilakukan langsung kepada para pekerja di setiap lini produksi, mulai dari persiapan bahan baku hingga tahap akhir (finishing). Pendekatan wawancara langsung ini diterapkan agar identifikasi bahaya yang disusun mencerminkan kendala riil di lapangan, bukan sekadar asumsi dari pengamatan visual semata.

Aktivitas utama berlanjut pada pengukuran dan penilaian tingkat keluhan otot-rangka atau musculoskeletal disorders (MSDs). Menggunakan instrumen penilaian ergonomi terstandar, para perajin diajak mengidentifikasi area tubuh yang sering mengalami rasa sakit atau tidak nyaman saat bekerja. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa postur kerja membungkuk, posisi duduk yang tidak ergonomis, serta durasi kerja statis menjadi faktor dominan yang berpotensi memicu keluhan fisik perajin pelepah pisang dan mendong.

Peneliti utama riset, Dian Herawati, S.T., SST, MPH., menegaskan pentingnya perhatian K3 pada sektor industri informal. “Aktivitas kerja yang mengharuskan gerakan repetitif dan statis saat membuat kerajinan dapat meningkatkan risiko gangguan oto rangka pada pengrajin di Rafi handicrafts” ungkap Dian Herawati di sela-sela kegiatan.

 

Hasil dari identifikasi bahaya dan penilaian keluhan MSDs ini selanjutnya diolah menjadi matriks analisis risiko K3 serta rekomendasi perbaikan tempat kerja (workplace redesign) bagi Rafi Handicrafts. Langkah ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan penyakit akibat kerja, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi masyarakat lokal.

 

Sebagai rencana tindak lanjut, tim SV UGM berkomitmen untuk menyusun panduan kerja ergo-praktis serta memberikan sosialisasi mengenai perbaikan postur kerja bagi para perajin di Kulon Progo. Diharapkan pendampingan ini tidak hanya mendukung keberlangsungan usaha UMKM Rafi Handicrafts, melainkan juga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan kesehatan kerja perajin secara berkelanjutan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*