Kulon Progo, Selasa (14/7/2026) – Tim pengabdian masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan aksi nyata pasca-pelatihan dari program Edukasi dan Pelatihan Teknik Dasar Keselamatan pada UMKM yang telah diinisiasi sebelumnya.
Program pengabdian ini dipimpin langsung oleh Dian Herawati, S.T., SST., M.P.H. selaku Ketua Tim, serta beranggotakan Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng. dan Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memberikan pendampingan langsung (on-site) bagi para pelaku usaha dalam menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja masing-masing.
Observasi Nyata dan Pendekatan Dialogis
Melalui peninjauan langsung, tim pengabdian dapat mengamati secara riil implementasi aspek keselamatan kerja pada berbagai sektor industri kreatif lokal, antara lain:
- Sektor Kuliner & Pangan: Pengolahan gula kelapa dan kuliner lokal.
- Sektor Kriya & Seni: Industri batik serta kerajinan berbahan serat dan kayu.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan dialogis. Sesi diskusi dua arah ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengutarakan kendala spesifik yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan alat pelindung diri (APD) hingga penataan ruang kerja. Sebagai tim ahli, Dian Herawati bersama tim perwakilan SV UGM kemudian merumuskan solusi praktis yang adaptif, murah, dan sesuai dengan skala usaha mikro.
“Fokus kami bukan sekadar menuntut pemenuhan standar formal, melainkan membangun budaya keselamatan dari bawah melalui solusi-solusi praktis yang tidak memberatkan kantong pelaku usaha,” ujar Dian Herawati selaku Ketua Tim Pengabdian.
Pendekatan Holistik: Integrasi K3 dan Kesehatan Lingkungan
Tidak hanya berfokus pada pencegahan cedera fisik, tim pengabdian juga memperluas cakupan edukasi dengan membahas dampak polusi udara dan higiene industri terhadap kesehatan serta produktivitas jangka panjang pekerja.
Para pelaku UMKM diajak untuk mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan, seperti pengelolaan ventilasi yang baik dan pembuangan limbah sisa produksi yang aman. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa bisnis tidak hanya berkembang secara omzet ekonomi, melainkan juga sehat bagi pekerja dan minim dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Kontribusi Nyata Terhadap Target SDGs
Inisiatif yang dimotori oleh dosen SV UGM ini menjadi bukti konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin-poin berikut:
- SDG 3 (Good Health and Well-being): Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui minimalisasi risiko penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan kerja.
- SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman, layak, dan produktif.
- SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): Membantu peningkatan kapasitas adaptasi dan inovasi teknologi keselamatan pada industri kecil.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Menutup rangkaian kunjungan, tim pengabdian menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan komoditas lokal Kulon Progo. Melalui edukasi yang konsisten, diharapkan para pelaku usaha mampu menerapkan budaya K3 secara mandiri dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi erat antara akademisi SV UGM dan komunitas UMKM ini diharapkan dapat menjadi role model pendampingan berkelanjutan, demi mewujudkan sektor usaha mikro yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga aman dan sejahtera.

