3 November 2025 – Medical Record Family (MRF) dan Keluarga Mahasiswa Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (KMDLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), telah sukses menyelenggarakan Internasional Guest Lecture (IGL) 2025. Acara ini mengangkat tema: “Use of Information Technology to Support Disease Surveillance Programs.” Kegiatan dilaksanakan secara luring pada hari Jumat, 17 Oktober 2025 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan global serta perspektif praktis dari pakar internasional terkemuka.
Acara ini bertujuan utama untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai penerapan teknologi informasi dalam surveilans penyakit. Selain itu, IGL 2025 menjadi forum diskusi akademik yang mendukung pengembangan kompetensi di bidang rekam medis dan informasi kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu berkontribusi lebih efektif dalam mewujudkan sistem kesehatan yang adaptif terhadap tantangan global di masa depan.
Acara ini dimoderatori oleh Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng., dosen dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan SV UGM dan penyampaian materi utama oleh Adj. Assoc. Prof. Endang Handzel, MD, MPH, Ph.D., seorang epidemiolog dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Adjunct Associate Professor di Rollins School of Public Health, Emory University, Amerika Serikat. Prof. Handzel menyampaikan presentasi mendalam tentang “Use of Information Technology to Support Disease Surveillance Programs” yang menjelaskan urgensi surveilans dan bagaimana teknologi informasi dapat memperkuat sistem surveilans penyakit yang ada. Teknologi informasi memegang peran krusial dalam meningkatkan sistem surveilans penyakit dengan memfasilitasi pengumpulan data, analisis, dan pelaporan secara real-time. Teknologi ini mengatasi keterbatasan metode tradisional berbasis kertas, seperti penundaan dan underreporting, melalui perangkat digital seperti dashboard, pemetaan GIS, dan analitik AI. Aplikasi seperti EWARS dan GPSSample memfasilitasi pengumpulan data dan respons yang cepat, sementara ANACoD membantu menganalisis mortalitas dan penyebab kematian. Dengan meningkatkan akurasi data dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat waktu, integrasi TI meningkatkan kesiapsiagaan dan respons kesehatan masyarakat. Meskipun terdapat tantangan dalam infrastruktur, kualitas data, dan privasi, surveilans digital tetap esensial untuk mencapai keamanan kesehatan global dan membangun sistem kesehatan yang tangguh.
IGL 2025 merupakan bagian dari inisiatif MRF dan KMD LIKES untuk menyambut mahasiswa baru Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan SV UGM dan sekaligus memperkuat kompetensi akademik seluruh mahasiswa. Kegiatan ini membekali peserta dengan perspektif global dan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang epidemiologi dan manajemen informasi kesehatan. Hal ini mendorong pengembangan kompetensi yang mendukung transformasi kesehatan digital dan memperkuat ketahanan sistem kesehatan di masa depan.
Kegiatan IGL 2025 diketuai oleh Maliha Rifatul Laili, yang didampingi oleh Jihan Atika Sari sebagai Wakil Ketua, dan Reivan Agung Saputra serta Dzilan Zalila Mahdiv sebagai Master of Ceremony (MC). Kesemuanya adalah mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan SV UGM. Acara berjalan dengan lancar karena dukungan kolaborasi yang solid dari seluruh panitia pelaksana. Partisipasi antusias dari semua hadirin turut menambah nilai edukasi yang signifikan, menciptakan suasana yang interaktif dan sangat menginspirasi.
