Sleman, 21 Oktober 2025 — Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang melibatkan pengoperasian alat berat. Dalam konteks pembelajaran dan penelitian di lingkungan akademik, penerapan prinsip K3 menjadi pondasi utama untuk memastikan keamanan dan efektivitas proses praktikum. Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Laboratorium Alat Berat, tengah melaksanakan penelitian dan penerapan rumusan faktor-faktor keselamatan kerja pada pengoperasian Wheel Loader.
Kegiatan ini melibatkan dosen pembimbing, Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D., dan mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Mesin, yang secara aktif berpartisipasi dalam proses perawatan, pemeriksaan, dan pengoperasian Wheel Loader. Setiap praktikum yang dilakukan wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dirancang untuk menjamin keselamatan seluruh peserta kegiatan. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Mesin untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di dunia industri.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Laboratorium Alat Berat, Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi UGM, Jalan Grafika, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam setiap jadwal praktikum, mahasiswa mendapatkan tugas untuk melakukan perawatan dan pengoperasian alat berat sesuai dengan panduan teknis dan protokol keselamatan. Proses penggantian komponen maupun perbaikan mesin dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan, di bawah pengawasan langsung dosen pengampu.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat aturan keselamatan dalam praktik pengoperasian Wheel Loader. Alat berat yang digunakan di laboratorium telah beroperasi lebih dari lima tahun, sehingga memerlukan perawatan berkala yang kompleks dan menimbulkan risiko keselamatan yang lebih tinggi bagi mahasiswa. Oleh karena itu, perumusan dan penerapan standar K3 menjadi hal yang mendesak dan wajib dilakukan sebelum kegiatan praktikum dilaksanakan.
Penerapan rumusan K3 ini bertujuan agar setiap mahasiswa memahami dan mematuhi langkah-langkah keselamatan secara menyeluruh. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi budaya keselamatan, memahami potensi bahaya kerja, serta mampu mengantisipasi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan penelitian dan penerapan K3 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 dan ke-8, yaitu Good Health and Well-Being serta Decent Work and Economic Growth. Melalui penerapan keselamatan kerja yang ketat dalam praktik akademik, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan lulusan yang berkompeten dalam menghadapi tantangan dunia industri.
