KABUPATEN KULON PROGO, Kamis (9/7) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) yang diketuai oleh Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. dengan anggota tim dosen yaitu Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng dan Dian Herawati, S.T., SST., MPH. dibantu tenaga kependidikan dan mahasiswa melakukan kunjungan ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo sebagai bentuk pendampingan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Panduan Praktis Pemilihan APD Berdasarkan Risiko Kerja yang telah diberikan kepada para pelaku UMKM sebelumnya.
Kunjungan dimulai siang hari sekitar pukul 11.30 WIB dengan melakukan observasi langsung aktivitas kerja UMKM kuliner dan melihat potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja dan memerlukan penggunaan APD. Pendampingan difokuskan pada penggunaan APD yang relevan untuk sektor kuliner, seperti hairnet untuk menjaga kebersihan produk, masker saat proses pengolahan makanan, sarung tangan ketika menangani bahan makanan atau peralatan panas, serta alas kaki yang aman untuk mengurangi risiko terpeleset dan cedera. Tim juga memberikan masukan mengenai pilihan APD yang ekonomis, nyaman digunakan, dan sesuai dengan kondisi UMKM agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi bersama pemilik dan pekerja UMKM yang dikunjungi. Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dalam penggunaan APD, seperti keterbatasan biaya, kenyamanan saat bekerja, maupun kurangnya pemahaman mengenai fungsi APD.
Menanggapi kendala tersebut, Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. selaku Ketua Tim Pengabdian SV UGM menegaskan pentingnya proteksi diri bagi pelaku usaha skala mikro.
“UMKM ternyata memang butuh menggunakan APD sebagai upaya melindungi pelaku UMKM dari bahaya di tempat kerja,” ujar Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom.
Melalui arahan tersebut, tim memberikan rekomendasi mengenai penggunaan APD yang sesuai dengan potensi bahaya di lingkungan kerja serta alternatif APD yang ekonomis dan mudah diterapkan, sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dapat dilakukan secara efektif tanpa membebani pelaku usaha.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman dan produktif, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan praktik kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kulon Progo semakin memahami pentingnya penggunaan APD sesuai dengan risiko pekerjaan dan mampu membangun budaya keselamatan kerja secara mandiri. Langkah sederhana seperti penggunaan APD yang tepat diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendukung kelangsungan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Kulon Progo.
Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya manajemen bencana dan strategi pengurangan risiko bencana dalam konteks keselamatan kerja. Dengan mengintegrasikan strategi ini ke dalam operasi mereka, UMKM dapat lebih siap menghadapi potensi bahaya dan meminimalkan risiko yang terkait dengan aktivitas mereka. Pendekatan proaktif ini tidak hanya melindungi pekerja tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi lokal secara keseluruhan.
Sebagai penutup, kolaborasi antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat SV UGM dan UMKM di Kulon Progo merupakan langkah signifikan menuju terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman. Dengan memprioritaskan penggunaan APD dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha, inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan model keselamatan kerja yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain.

