Sosialisasi Panduan Praktis Pemilihan Alat Pelindung Diri (APD) Berdasarkan Risiko Kerja bagi UMKM di Kulon Progo

KABUPATEN KULON PROGO, Rabu (8/7) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan sosialisasi mengenai Panduan Praktis Pemilihan Alat Pelindung Diri (APD) Berdasarkan Risiko Kerja bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo. Ketua tim pengabdian adalah Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. dengan anggota tim dosen yaitu Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng dan Dian Herawati, S.T., SST., MPH. dibantu tenaga kependidikan dan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya memilih APD yang sesuai dengan potensi bahaya di tempat kerja sebagai bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kegiatan PKM dimulai dari pagi sekitar pukul 09.00 WIB didahului dengan pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan simbolis leaflet yang berisi panduan tentang APD. Materi sosialisasi membahas konsep dasar APD, pentingnya penggunaan APD dalam mencegah kecelakaan kerja, serta langkah-langkah mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja sebelum menentukan jenis APD yang akan digunakan. Peserta juga diperkenalkan dengan panduan praktis yang memuat rekomendasi pemilihan APD berdasarkan bagian tubuh yang perlu dilindungi, seperti hairnet, masker, sarung tangan, celemek, dan sepatu keselamatan, beserta alternatif APD yang ekonomis sehingga dapat diterapkan oleh UMKM sesuai dengan kondisi usahanya.

“APD bagi UMKM bisa dimodifikasi dengan memanfaatkan bahan yang dimiliki secara sederhana,” ujar Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom. selaku Ketua Tim Pengabdian SV UGM.

Selain penyampaian materi, tim pengabdian membagikan panduan praktis sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan kembali oleh peserta setelah kegiatan berakhir. Panduan tersebut dirancang dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh penerapan APD sesuai risiko kerja, sehingga diharapkan mampu menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih aman.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung secara aktif dengan membahas berbagai pengalaman peserta terkait keselamatan kerja di tempat usaha masing-masing. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa penggunaan APD bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan pekerja, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan keberlangsungan usaha.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman dan produktif, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan praktik kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pelaku UMKM di Kabupaten Kulon Progo memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemilihan APD berdasarkan risiko kerja serta terdorong untuk menerapkan budaya keselamatan kerja dalam aktivitas usahanya. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*