UGM-TU Wien Kembangkan Platform Anotasi Inovatif untuk Riset Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan

UGM, Oktober 2025, Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan akses pendidikan dan keterampilan literasi dasar di bidang informatika kesehatan, sebuah proyek kolaborasi riset telah dimulai antara TU Wien, Austria, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemitraan ini melibatkan Dr. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng. dan timnya dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) yang bekerja sama dengan dosen dari program Ilmu Komputer. Tujuan utama kolaborasi ini adalah mengembangkan alat anotasi yang memfasilitasi pengumpulan data untuk menciptakan model kecerdasan buatan.

Alat anotasi ini bertujuan untuk mengotomatiskan proses pengkodean antara terminologi medis yang ditemukan di media sosial dan basis pengetahuan yang dikenal sebagai SNOMED-CT. Pendekatan inovatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemrosesan data tetapi juga berkontribusi pada tujuan yang lebih luas untuk meningkatkan literasi kesehatan dan akses pendidikan di era digital. Penelitian ini merupakan bagian dari kolaborasi yang lebih besar dengan TU Wien melalui ASEA-UNINET.

Pada bulan Juni, tim dari TU Wien mengunjungi UGM untuk mengadakan sesi transfer pengetahuan tentang pengembangan platform anotasi. Sesi ini sangat penting bagi tim peneliti karena memberikan wawasan bagaimana mengembangkan sebuah platform anotasi yang dapat digunakan dengan mudah bagi non-experts dalam mengerjakan tugas anotasi untuk bisa mendapatkan data berkualitas tinggi. Kolaborasi ini menekankan pentingnya berbagi keahlian dan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama dalam penelitian dan pendidikan.

Tim riset telah berhasil mengembangkan alat anotasi yang telah melalui pengujian awal dengan lima mahasiswa dari program Manajemen Informasi Kesehatan Terapan (MIK), serta umpan balik dari Pak Angga Eko Pramono, seorang dosen di program yang sama. Eksperimen pengguna memberikan wawasan dan saran berharga untuk perbaikan, menyoroti pentingnya desain yang berpusat pada pengguna dalam pengembangan teknologi.

Pada bulan Oktober, tim akan melakukan fase pengujian ulang dengan bantuan mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan. Proses iteratif ini bertujuan untuk menyempurnakan alat anotasi lebih lanjut, memastikan bahwa alat tersebut memenuhi kebutuhan penggunanya dan meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi tetapi juga menekankan pengembangan keterampilan literasi dasar di kalangan mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan di bidang informatika kesehatan. Sesuai dengan SDGs 4, yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas).

Hasil dari kolaborasi riset ini diharapkan memiliki dampak pada cara data medis diproses dan dimanfaatkan, yang pada akhirnya berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih baik. Dengan menjembatani kesenjangan antara media sosial dan terminologi medis, harapannya dapat membantu untuk menghilangkan kesenjangan komunikasi antara pasien dan dokter atau tenaga profesional medis lainnya, dimana hal ini mendukung tercapainya SDGs 3, yaitu kesehatan dan kesejahteraan yang baik.

Seiring dengan kemajuan proyek, tim tetap berkomitmen untuk mendorong lingkungan pembelajaran dan kolaborasi, memastikan bahwa semua peserta mendapatkan manfaat dari pengalaman riset ini. Inisiatif ini mencerminkan semangat kerjasama antara institusi dan menyoroti pentingnya akses pendidikan dalam memajukan pengetahuan dan keterampilan di era digital.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*