KULON PROGO – Tim Peneliti Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melaksanakan riset terapan bertajuk “Pengembangan Model Agroindustri Kakao Rakyat Berkelanjutan Berbasis Teknologi Tepat Guna, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja pada Industri Kecil Menengah untuk Mendukung Hilirisasi Produk Cokelat Lokal Kulon Progo”. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Kulon Progo pada Rabu, 1 Juli 2026 ini didanai melalui program Hibah Riset dan Pembuatan Artikel Publikasi Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026. Penelitian difokuskan pada penguatan kapasitas Industri Kecil Menengah (IKM) kakao melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kualitas proses produksi, serta pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Latar belakang riset ini didasari atas besarnya potensi kakao sebagai komoditas unggulan daerah yang bernilai tambah tinggi. Namun, proses hilirisasi dari biji kakao menjadi produk olahan cokelat berkualitas di tingkat IKM masih terkendala oleh keterbatasan teknologi, efisiensi proses, serta risiko lingkungan kerja. Ketiadaan standar keselamatan kerja dapat memicu bahaya fisik dan ergonomi bagi pekerja. Oleh karena itu, riset ini bertujuan merumuskan model agroindustri kakao rakyat yang aman, produktif, dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat nyata pada peningkatan daya saing produk lokal serta perlindungan tenaga kerja.
Pelaksanaan kegiatan riset diawali dengan tahap observasi lapangan pada unit-unit pengolahan kakao rakyat di Kulon Progo. Tim peneliti melakukan identifikasi kebutuhan teknologi produksi, mulai dari pemrosesan awal hingga pengolahan akhir. Selanjutnya, tim menggelar asesmen dan analisis potensi bahaya K3 yang mencakup pengamatan risiko penggunaan mesin produksi, paparan suhu panas, tata kelola area kerja, serta aspek ergonomi posisi kerja para perajin cokelat. Berdasarkan hasil temuan tersebut, tim menyusun draf rekomendasi intervensi teknologi tepat guna yang terintegrasi dengan standar operasional prosedur keselamatan kerja.
Aktivitas utama dalam riset ini bertumpu pada pengintegrasian solusi teknologi tepat guna yang ramah pengguna dengan manajemen risiko K3. Penggunaan peralatan olah kakao disesuaikan dengan kapasitas industri kecil agar mudah dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat. Di saat yang sama, potensi bahaya lingkungan kerja diintervensi melalui edukasi dan tata rekayasa tempat kerja yang lebih aman guna meminimalkan risiko cedera dan penyakit akibat kerja.
Ketua Tim Peneliti SV UGM, Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H., menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan pekerja dalam skala industri kecil.
“Teknologi tepat guna harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pada industri kecil menengah kakao, inovasi teknologi perlu dikembangkan secara bersamaan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja agar proses produksi menjadi lebih efektif, menghasilkan produk berkualitas, serta memberikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pelaku usaha,” jelas Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H.
Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya model agroindustri kakao rakyat berkelanjutan yang memadukan efisiensi teknologi tepat guna dengan sistem Manajemen K3. Model ini menjadi acuan practical bagi IKM cokelat lokal dalam meningkatkan kualitas higienitas dan kapasitas produksi tanpa mengabaikan keselamatan kerja. Dampak jangka panjangnya diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani dan perajin kakao lokal Kulon Progo.
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman dan produktif, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan inovasi teknologi terapan pada industri kecil, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan sumber daya lokal secara efisien dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Sekolah Vokasi UGM berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan dan implementasi riset ini secara konsisten. Melalui riset terapan yang responsif terhadap isu kesehatan dan keselamatan kerja serta kebutuhan masyarakat, SV UGM terus berupaya memperkuat hilirisasi potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

