Perkuat Ekosistem K3 Nasional, Seminar Nasional K3 UGM Tekankan Sinergi Pendidikan dan Industri untuk Capai SDGs

Yogyakarta, 13 Juni 2026 – Penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi transformasi dunia kerja di era Industri 5.0. Isu strategis tersebut menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional K3 bertajuk “Membangun Ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri” yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Magister Terapan K3 (IMASTER K3) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Lantai 2 Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM ini mempertemukan akademisi, praktisi industri, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan penguatan ekosistem K3 melalui sinergi dunia pendidikan dan dunia usaha. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM, Dr. Wiryanta, S.T., M.T., setelah sebelumnya menerima sambutan dari Ketua Panitia, Rizqi Zulfian Irfandi, S.K.M., dan Ketua Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan SV UGM, Dr. Marko Ferdian Salim, S.K.M., M.P.H.

Peserta dan Narasumber Seminar Nasional K3 UGM 2026

Pada sesi keynote speaker, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Ir. Ismail Pakaya, M.E., menegaskan bahwa penerapan K3 bukan lagi sekadar kewajiban regulatif, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. Perspektif internasional turut dihadirkan oleh Prof. Madya Dr. Mohd Hairy bin Ibrahim dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, yang memaparkan model kolaborasi kurikulum dan industri untuk memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang cepat berubah.

Memasuki sesi panel yang dimoderatori oleh Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H., para peserta mendapatkan wawasan mendalam dari berbagai perspektif. Dr. Ir. Firman Risqul Fidry, S.T., M.Si. dari PT Kalimantan Prima Persada menekankan pentingnya peran aktif industri dalam pengembangan SDM. Diskusi dilanjutkan oleh Azham Umar Abidin, Ph.D. (perspektif akademisi), Ir. Tjoek Oedowo, S.T., M.H. (perspektif pemilik perusahaan), dan Ir. Dani Yon Darwis, S.T. (perspektif konsultan dan auditor).

Diskusi Panel Penguatan Ekosistem K3 Berbasis Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Selain diskusi ilmiah, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan presentasi mitra industri serta pengumuman pemenang lomba poster dan lomba inovasi K3 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi kreatif di bidang keselamatan kerja.

Seminar ini menekankan bahwa kolaborasi erat antara institusi pendidikan dan industri merupakan langkah krusial untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pekerjaan layak bagi semua dan akses terhadap pendidikan berkualitas. Dengan membangun kapasitas melalui kolaborasi ini, diharapkan angka kematian akibat kecelakaan kerja dapat ditekan dan kualitas tenaga kerja Indonesia dapat terus meningkat demi pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*