Pelatihan Analisis Data Kesehatan Gunungkidul: 32 Petugas Tingkatkan Kompetensi untuk SDGs

Kelompok Bidang Keilmuan (KBK) Sains dan Teknologi Informasi Kesehatan Departemen Layanan Informasi Kesehatan,  Sekolah Vokasi UGM melaksanakan program “Pelatihan Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan” dengan melibatkan 29 petugas kesehatan.

Progam ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng. bersama Dr. Marko Ferdian Salim, S.K. M,M.P.H, dan Dian Budi Santoso, S.K. M,M.P.H ini berusaha menjawab permasalahan kesenjangan kemampuan analisis data di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. “Data kesehatan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menghadapi kesenjangan antara kebutuhan analisis data dengan kemampuan petugas dalam mengolah fitur-fitur tingkat lanjut,” ungkap Dr.techn. Annisa. Petugas kesehatan mengelola data dari berbagai Puskesmas dan fasilitas kesehatan, mencakup surveillance epidemiologi, cakupan program imunisasi, gizi, dan kesehatan ibu-anak, namun pemanfaatan fitur-fitur tingkat lanjut masih terbatas.

Pelaksanaan program menggunakan metode workshop interaktif dengan modul praktikum, praktik langsung menggunakan studi kasus data kesehatan lokal, dan sesi diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil pre-test menunjukkan 50% peserta telah memiliki pengetahuan dasar pengolahan data, sementara post-test membuktikan peningkatan signifikan dalam literasi dan kemampuan melakukan pengolahan data tingkat lanjut.

Program ini berkontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. Pertama, SDG 3 tentang kesehatan berkualitas tercapai melalui penguatan sistem informasi kesehatan yang mendukung kebijakan berbasis bukti. Kedua, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas terwujud melalui peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Keberhasilan program ini menjadi fondasi bagi roadmap pengembangan kapasitas digital kesehatan Gunungkidul dalam lima tahun ke depan, yang akan mencakup data mining (2026), machine learning (2027), sistem early warning (2028), hingga implementasi kebijakan artificial intelligence (2029). Model kemitraan ini dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mempercepat pencapaian target SDGs kesehatan.

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*