Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengadakan program pelatihan untuk penguatan kompetensi petugas surveilans di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul. Program pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal, khususnya dalam literasi digital pengelolaan data kesehatan. Inisiatif kolaboratif ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan profesional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan literasi dan keterampilan digital para petugas surveilans Puskesmas dan staf Dinas Kesehatan Gunungkidul dalam pengumpulan dan pengelolaan data kesehatan berbasis elektronik. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan Google Form sebagai alat bantu pengumpulan data kesehatan, serta pengolahan data menggunakan Google Sheet. Metode pelaksanaan dirancang atraktif, meliputi sesi penyampaian materi interaktif, praktik langsung pembuatan formulir digital, pendampingan teknis, hingga evaluasi melalui pre-test dan post-test. “Pelatihan ini membuka wawasan kami dalam menggunakan teknologi sederhana untuk tugas sehari-hari,” ujar salah satu pesertapelatihan. Para peserta antusias mengikuti setiap sesi, mengingat keterbatasan literasi digital menjadi tantangan utama dalam pengumpulan dan pelaporan data di wilayah kerjanya.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan setelah pelatihan. Para peserta kini lebih mahir merancang dan mengelola alat pengumpulan data kesehatan secara mandiri menggunakan formulir digital. “Hasil post-test menunjukkan peningkatan literasi digital peserta terkait dengan pengumpulan dan pengelolaan data secara elektronik, hal ini menandakan materi pelatihan terserap dengan baik,” ujar Dian Budi Santoso, M.P.H., dosen DLIKES SV UGM selaku ketua tim pelatihan. Menurutnya, antusiasme tinggi peserta terhadap penerapan teknologi digital dalam pekerjaan sehari-hari turut menjadi indikator keberhasilan program. Pencapaian ini sejalan dengan target SDG 4, di mana peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan termasuk bagian dari pendidikan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.
Kerja sama antara UGM dan Dinas Kesehatan Gunungkidul ini mencerminkan kemitraan strategis dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pelatihan penguatan kompetensi petugas kesehatan di Gunungkidul ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu berbentuk pendidikan formal, tetapi juga pelatihan peningkatan kapasitas bagi tenaga profesional. Kombinasi antara peningkatan kapasitas (SDG 4) dan kemitraan lintas institusi (SDG 17) menjadi kunci keberhasilan program. Diharapkan, kolaborasi berkelanjutan antara UGM dan pemerintah daerah seperti ini terus ditingkatkan. Langkah ini tidak hanya memperkuat literasi digital tenaga kesehatan di daerah, tetapi juga menjadi model kemitraan efektif untuk mencapai berbagai target SDGs di tingkat lokal. Semangat gotong royong antara akademisi dan pemerintah dalam memajukan kesehatan masyarakat ini layak dicontoh di wilayah lain demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
