Harapan Baru, Masa Depan Yang Lebih Sehat, Lingkungan Yang Lebih Aman Dan Produktif Bagi Masyarakat Pesisir Pantai Gesing

Yogyakarta, 2 November 2025, dilakukan evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh Dian Herawati, S.T., SST., MPH., salah satu dosen pada Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM, di Kelurahan Girikarto di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunung Kidul yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2025 yaitu sosialisasi dan pelatihan tentang ergonomi kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisirnya. Evaluasi sederhana dilakukan melalui ketua koperasi Girikarto dan ketua kelompok nelayan Pantai Gesing tentang ergonomi kerja. Penerapan ergonomi kerja menjadi fokus utama yang ditujukan kepada nelayan, pedagang, dan pengrajin lokal. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke 3 pada poin “bodily autonomy” dan SDGs ke 8 pada poin “decent work” yaitu memperhatikan otonomi tubuh dan menciptakan kondisi kerja yang layak.

Acara yang sudah diselenggarakan oleh kelurahan setempat dengan peserta adalah anggota koperasi kelurahan Girikarto yang didalamnya terdapat kelompok nelayan Pantai Gesing, pengelola wisata, serta UMKM pendukung seperti pengrajin maupun pedagang makanan hasil laut. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya ergonomi dalam rutinitas kerja sehari-hari mereka. Banyak warga yang sering terlibat dalam tugas fisik yang berat sangat antusias untuk belajar bagaimana mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Selama sosialisasi dan pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai prinsip ergonomi yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam pekerjaan mereka. Bagi nelayan, ini termasuk teknik pengangkatan yang benar dan penggunaan peralatan pendukung untuk meminimalkan ketegangan. Pedagang belajar tentang pentingnya postur saat menangani barang, sementara pengrajin ditunjukkan cara mengatur ruang kerja mereka untuk mencegah cedera akibat gerakan berulang.

Inisiatif ini juga menekankan pentingnya otonomi tubuh, mendorong individu untuk mengendalikan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Dengan memahami tubuh mereka dan tuntutan fisik dari pekerjaan mereka, anggota masyarakat diberdayakan untuk membuat keputusan yang tepat tentang keselamatan dan kesehatan mereka. Selain pelatihan ergonomi, acara ini juga menampilkan diskusi tentang kondisi kerja yang layak.

Masyarakat mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas inisiatif ini, mencatat bahwa acara ini memberikan pengetahuan berharga yang dapat diterapkan segera. Banyak peserta berbagi cerita pribadi tentang cedera di masa lalu dan bagaimana cedera tersebut dapat dicegah dengan praktik ergonomi yang tepat.

Pemerintah setempat mengharapkan adanya kegiatan seperti ini secara berkala, dengan tujuan menciptakan budaya kesadaran akan keselamatan dan kesehatan di dalam komunitas. Dengan memprioritaskan ergonomi dan kondisi kerja yang layak, Kelurahan Girikarto mengambil langkah signifikan menuju pencapaian SDGs dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Hasil evaluasi kegiatan saat ini nelayan khususnya sudah lebih tau risiko aktivitas kerja yang dilakukan dari aspek ergonomi. Setelah kegiatan sosialasi dan pelatihan tidak hanya pengetahuan baru tetapi juga harapan baru untuk masa depan yang lebih sehat. Pengenalan ergonomi kerja diharapkan memiliki dampak jangka panjang pada komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan produktif bagi semua.

Sebagai kesimpulan, inisiatif di Kelurahan Girikarto menjadi model bagi komunitas pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Dengan fokus pada ergonomi, otonomi tubuh, dan kerja yang layak, komunitas ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*