Gerakan Peduli Lansia: Edukasi Kesehatan Dorong Pencapaian SDGs di Pedesaan Gunungkidul

Gunungkidul, 23 Juli 2025 – Dalam upaya signifikan untuk memberdayakan populasi lansia di pedesaan Gunungkidul, sebuah program pengabdian kepada masyarakat diluncurkan di kalurahan Girikarto, kecamatan Panggang yang diprakarsai oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Inisiatif ini, yang berlangsung pada 23 Juli 2025, bertujuan untuk mengatasi ageism dan mempromosikan kesejahteraan warga senior melalui edukasi kesehatan dan pengukuran performa fisik. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan.

Acara ini menarik banyak peserta lansia, yang antusias untuk belajar tentang isu kesehatan yang mempengaruhi kelompok usia mereka. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, diketuai oleh Angga Eko Pramono, S.K.M., M.P.H., memberikan penyuluhan yang mencakup berbagai topik, termasuk nutrisi, olahraga, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tujuannya adalah untuk memberdayakan lansia dengan memberikan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Salah satu komponen kunci dari program ini adalah pengukuran performa fisik, yang memungkinkan peserta untuk mengukur kemampuan fisik mereka. Pengukuran meliputi pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan penilaian performa fisik berbasis Instrumen SPPB Test. Penilaian ini tidak hanya memberikan data berharga bagi para profesional kesehatan tetapi juga mendorong lansia untuk terlibat dalam aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kekuatan dan mobilitas mereka. Dengan fokus pada kesehatan fisik mereka, program ini bertujuan untuk melawan ageism dan mempromosikan gaya hidup yang lebih aktif di kalangan lansia.

Tim Pengabdian Masyarakat menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam keberhasilan program ini. Berkat dukungan dari pemerintah kalurahan setempat, tidak kurang dari 40 lansia ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para lansia sangat antusias dalam mengikuti kegiatan.

Selain edukasi kesehatan, program ini juga mencakup diskusi tentang keterlibatan para kader kalurahan dalam perannya untuk memantau kesehatan lansia. Para kader didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan mereka, menciptakan rasa komunitas dan kebersamaan. Aspek program ini sangat penting dalam program peningkatan pemberdayaan dan kompetensi kader.

Saat program berakhir, penyelenggara menyatakan komitmen mereka untuk melanjutkan inisiatif ini di masa depan. Mereka berencana untuk mengadakan sesi tindak lanjut secara rutin untuk memantau kemajuan peserta dan memberikan dukungan berkelanjutan. Pendekatan jangka panjang ini sangat penting untuk memastikan bahwa lansia di Gunungkidul menerima perawatan dan perhatian yang mereka butuhkan.

Keberhasilan program ini menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah pedesaan lainnya. Dengan fokus pada pemberdayaan dan mengatasi ageism, komunitas dapat menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung lansia. Kolaborasi antara profesional kesehatan, pemimpin lokal, dan anggota komunitas adalah bukti kekuatan aksi kolektif dalam mencapai SDGs.

Sebagai kesimpulan, Gerakan Peduli Lansia di Gunungkidul adalah langkah signifikan menuju perbaikan kehidupan warga senior. Melalui edukasi kesehatan dan dukungan komunitas, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia tetapi juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas. Saat kita melangkah ke depan, sangat penting untuk terus mengadvokasi hak dan kesejahteraan lansia, memastikan bahwa mereka dihargai dan diberdayakan sebagai anggota masyarakat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*