Dosen Sekolah Vokasi UGM dorong Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Aktivitas Nelayan dan UMKM Pesisir

Gunungkidul, 23 Juli 2025 — Dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), tim dosen melaksanakan edukasi interaktif bertema peningkatan keselamatan dan produktivitas kerja masyarakat pesisir di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang. Program ini merupakan bagian dari upaya UGM untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas kerja sehari-hari, tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga bagi ibu-ibu penggiat usaha mikro di sektor perikanan dan olahan hasil laut.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM yang menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir, dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Desa Girikarto. Sebelum sesi materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal tentang topik ergonomi dan keselamatan kerja.

Dalam sesi utama, Dian Herawati, S.T., SST., M.P.H. menjelaskan bahwa aktivitas nelayan seperti menarik jaring, memikul hasil tangkapan, dan memindahkan beban berat sering dilakukan tanpa memperhatikan posisi tubuh yang benar. Hal ini berisiko menyebabkan cedera muskuloskeletal seperti nyeri punggung, bahu, dan lutut kronis. Melalui pendekatan ergonomi, nelayan diajak memahami pentingnya kesesuaian antara alat kerja, lingkungan, dan kemampuan tubuh manusia.

“Nelayan sering bekerja dalam posisi tubuh yang tidak ideal. Melalui penerapan prinsip ergonomi, kita bisa mengurangi risiko cedera sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja,” jelas Dian.

Selain nelayan, Dian juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip ergonomi bagi ibu-ibu penggiat UMKM seperti penjual hasil tangkapan laut dan pelaku industri makanan kecil. Aktivitas seperti menimbang ikan, mengolah bahan makanan, hingga bekerja dalam posisi duduk lama juga dapat memicu gangguan otot dan sendi. Oleh karena itu, peserta diperkenalkan pada contoh alat bantu sederhana dari bahan lokal yang dapat mengurangi beban kerja fisik, seperti meja kerja dengan tinggi yang sesuai dan alat bantu angkat ringan.

Program ini sejalan dengan SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), yang menekankan pentingnya kesehatan kerja dan peningkatan produktivitas masyarakat pesisir.

Umpan balik dari peserta sangat positif. Mereka merasa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya teknik kerja yang aman dan efisien. Kegiatan ditutup dengan post-test dan sesi diskusi terbuka, di mana tim UGM menyampaikan komitmennya untuk melakukan pendampingan berkelanjutan bagi nelayan dan pelaku UMKM pesisir agar prinsip ergonomi dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*