Transformasi digital dalam sektor kesehatan merupakan perjalanan panjang yang menuntut solusi cerdas dan berkelanjutan. Menjawab tantangan ini, tim peneliti dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), yang dinahkodai oleh Dian Budi Santoso, S.KM., M.P.H., mengembangkan sebuah prototipe inovatif bernama AIVA (AI-based Virtual Assistant), sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu proses analisis dan visualisasi data BPJS Kesehatan secara efisien dan adaptif.
Prototipe AIVA telah dikembangkan dengan antarmuka yang ramah pengguna dan dapat menerima perintah berbasis teks untuk melakukan analisis data yang kompleks, menampilkan grafik, tren, hingga insight kebijakan berbasis data. Inovasi ini selaras dengan Tujuan SDGs nomor 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan, serta Tujuan SDGs nomor 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) yang menekankan pentingnya pengembangan teknologi inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Video demo prototipe AIVA dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://bit.ly/aivabpjs
Menjawab Tantangan Data Kesehatan yang Besar dan Kompleks
Data BPJS Kesehatan merupakan salah satu aset paling penting dalam sistem kesehatan Indonesia. Namun, kompleksitas struktur data, volume yang masif, dan kebutuhan interpretasi yang cepat sering kali menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan. Melalui AIVA, pengguna, termasuk analis data, manajer fasilitas kesehatan, hingga perencana kebijakan dapat meminta sistem untuk menampilkan data tertentu hanya dengan perintah seperti:
“Tampilkan tren klaim kasus diabetes dalam 3 tahun terakhir berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.”
AIVA akan memproses perintah tersebut, menjalankan query otomatis, menyajikan visualisasi yang mudah dipahami, dan menyertakan interpretasi awal dari data yang ditampilkan.
Integrasi dengan Sistem Nasional dan Potensi Skala Lebar
AIVA dirancang agar dapat terintegrasi dengan berbagai sistem yang telah ada, seperti rekam medis elektronik (RME) di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan untuk mempercepat proses pelaporan, monitoring kualitas layanan, hingga perencanaan strategis berdasarkan data real-time. Tim peneliti berharap AIVA dapat menjadi solusi berbasis AI yang benar-benar bermanfaat untuk mendukung ekosistem data kesehatan nasional. Sistem ini dibangun dengan prinsip keterbukaan, akurasi, dan kebermanfaatan publik, sehingga relevan pula dengan prinsip SDGs nomor 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) yang menekankan tata kelola yang inklusif, partisipatif, dan transparan.
Pembelajaran Berbasis Proyek dan Kolaborasi Transdisipliner
Proyek AIVA tidak hanya merupakan proyek penelitian, tetapi juga media pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Dalam proses pengembangan prototipe ini, mahasiswa terlibat langsung dalam perancangan hingga uji coba sistem. Mereka dilibatkan dalam berbagai peran, mulai dari perancang antarmuka pengguna (UI/UX), pengembangan algoritma AI, hingga validasi dan dokumentasi teknis. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, komunikasi lintas disiplin, dan pemecahan masalah secara nyata. Ini menunjukkan komitmen SV UGM terhadap SDGs nomor 4 (Quality Education) melalui penguatan model pembelajaran berbasis proyek dan riset (research-based learning).
Langkah ke Depan: Scaling-up AIVA
Saat ini, tim tengah mengembangkan versi lanjut dari AIVA dengan menambahkan fitur personalisasi, peningkatan akurasi analisis, serta integrasi dengan sistem cloud dan API eksternal. Harapannya, dalam waktu dekat AIVA dapat diujicobakan secara nyata untuk mendukung praktik analitik kebijakan kesehatan berbasis data (data-driven health policy). Dengan inovasi AIVA, SV UGM mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga proaktif dalam menciptakan solusi nyata untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan di Indonesia.
