Yogyakarta, 14 Februari 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi K3 Indonesia (APTIK3I) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang dirangkaikan dengan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Pendidikan Tinggi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pada 12–14 Februari 2026 di El Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan perguruan tinggi anggota APTIK3I dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 33 perguruan tinggi penyelenggara program studi K3 tergabung dalam APTIK3I. Rakernas pertama ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah strategis pengembangan pendidikan tinggi K3 secara nasional.
SDG 4 Pendidikan Bermutu
Sistem kesehatan saat ini menghasilkan volume informasi yang sangat besar setiap harinya. Dari surveilans penyakit hingga cakupan program imunisasi, dan lingkup kesehatan lainnya, dimana semua terekam dalam berbagai sistem informasi. Volume data yang selalu meningkat ini membuka peluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
Petugas surveillance bertanggung jawab mengidentifikasi pola penyakit, mendeteksi potensi outbreak, dan mengevaluasi program kesehatan. Untuk dapat memberikan analisis daata yang akurat dan informasi penting memerlukan kemampuan mengolah informasi yang kompleks, namun kenyataannya banyak petugas hanya menguasai teknik pengolahan standar. Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas dari Departemen Layanan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM melihat persoalan ini sebagai celah yang memerlukan perbaikan. “Ketika petugas tidak mampu melakukan analisis mendalam, kita kehilangan kesempatan untuk deteksi dini masalah kesehatan dan merespons dengan cepat,” ungkapnya.
Kelompok Bidang Keilmuan (KBK) Sains dan Teknologi Informasi Kesehatan Departemen Layanan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM melaksanakan program “Pelatihan Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan” dengan melibatkan 29 petugas kesehatan.
Progam ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Dr.techn. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng. bersama Dr. Marko Ferdian Salim, S.K. M,M.P.H, dan Dian Budi Santoso, S.K. M,M.P.H ini berusaha menjawab permasalahan kesenjangan kemampuan analisis data di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. “Data kesehatan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menghadapi kesenjangan antara kebutuhan analisis data dengan kemampuan petugas dalam mengolah fitur-fitur tingkat lanjut,” ungkap Dr.techn. Annisa. Petugas kesehatan mengelola data dari berbagai Puskesmas dan fasilitas kesehatan, mencakup surveillance epidemiologi, cakupan program imunisasi, gizi, dan kesehatan ibu-anak, namun pemanfaatan fitur-fitur tingkat lanjut masih terbatas.
Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengadakan program pelatihan untuk penguatan kompetensi petugas surveilans di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul. Program pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal, khususnya dalam literasi digital pengelolaan data kesehatan. Inisiatif kolaboratif ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan profesional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
3 November 2025 – Medical Record Family (MRF) dan Keluarga Mahasiswa Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (KMDLIKES) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), telah sukses menyelenggarakan Internasional Guest Lecture (IGL) 2025. Acara ini mengangkat tema: “Use of Information Technology to Support Disease Surveillance Programs.” Kegiatan dilaksanakan secara luring pada hari Jumat, 17 Oktober 2025 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan global serta perspektif praktis dari pakar internasional terkemuka.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), 30 Oktober 2025 – Dalam sebuah inisiatif yang inovatif untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mulai melakukan uji coba aplikasi berbasis web baru yang bernama Medical Codification Academy. Aplikasi inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam kodifikasi klinis, yang merupakan aspek penting dalam manajemen informasi kesehatan.
UGM, Oktober 2025, Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan akses pendidikan dan keterampilan literasi dasar di bidang informatika kesehatan, sebuah proyek kolaborasi riset telah dimulai antara TU Wien, Austria, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemitraan ini melibatkan Dr. Annisa Maulida Ningtyas, S.Kom., M.Eng. dan timnya dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) yang bekerja sama dengan dosen dari program Ilmu Komputer. Tujuan utama kolaborasi ini adalah mengembangkan alat anotasi yang memfasilitasi pengumpulan data untuk menciptakan model kecerdasan buatan.
Penulis: Nuryati, S.Far., MPH
Pendidikan RMIK dan MIK penting untuk menghasilkan tenaga profesional yang mengelola rekam medis lengkap dan akurat, yang sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Penilaian kompetensi ini menekankan pengintegrasian pengetahuan, keterampilan praktik, dan sikap profesional, bukan hanya tes teori atau hafalan.

Instrumen dapat diaplikasikan dalam berbagai metode asesmen berbasis kinerja seperti OSCE, OSPE, OSATS, DOPS, dan Mini-CEX yang mensimulasikan konteks kerja nyata. Pengembangan instrumen ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kesiapan lulusan menghadapi tuntutan dunia kerja, dan menjadi standar nasional asesmen berbasis kinerja di bidang RMIK dan MIK.
Penulis: Nuryati, S.Far., MPH
Di tengah tuntutan sektor kesehatan yang semakin kompleks, kualitas informasi medis menjadi salah satu penentu utama keselamatan pasien dan efisiensi layanan. Rekam medis yang akurat dan lengkap adalah jantung dari pelayanan kesehatan yang efisien, berfungsi untuk mengurangi kesalahan medis, menekan biaya operasional, dan yang terpenting, meningkatkan keselamatan pasien. Menyadari peran krusial ini, sebuah peran strategis sedang dilakukan untuk mengembangkan dan menguji coba model instrumen penilaian kompetensi bagi mahasiswa program studi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan (RMIK/MIK) di Indonesia.
Universitas Gadjah Mada, 15 Juli 2025 – Di Indonesia, literasi kesehatan fungsional masih sangat rendah, dengan sepertiga pasien yang menderita penyakit kronis menunjukkan tingkat literasi yang bermasalah. Pernahkah Anda merasa bingung ketika dokter menjelaskan kondisi medis menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami? Masalah ini menimbulkan tantangan signifikan di sektor kesehatan, karena pasien sering kesulitan memahami terminologi medis, yang mengarah pada kesalahpahaman dan perawatan yang tidak memadai. Keterbatasan data beranotasi berkualitas tinggi dalam Bahasa Indonesia menjadi hambatan utama dalam pengembangan model entity linking untuk terminologi medis. Entity linking adalah suatu task yang menghubungkan kata-kata atau frasa dalam bahasa sehari-hari dengan istilah formal yang tepat dalam database medis, misalnya, menghubungkan keluhan “sakit kepala berkepanjangan” dengan istilah medis “migrain kronis”.

