KARIMUN JAWA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM melaksanakan Sosialisasi dan pelatihan bertema “Skrining dan Sosialisasi Penyakit Tidak Menular Bagi Para Nelayan di Desa Karimunjawa“ kegiatan tersebut telah dilaksanakan dan bertempat di Balai Desa Petinggi Karimun jawa Kabupaten Jepara , Jumat (09/08/2024) lalu.
Tim Sosialisasi dan Pelatihan ini terdiri dari 4 Team ( A, B, C, D ). Untuk Team A yang terdiri dari Nuryati, S.Far., M.P.H. (ketua), Dian Herawati, S.T., SST., MPH. (anggota), Dian Budi Santoso. SKM., MPH. (anggota), Marko Ferdian Salim, SKM., MPH. (anggota) ,Dr. Savitri Citra Budi, SKM., MPH, Angga Eko Pramono, SKM., MPH, Sugeng, SKM., M.M. Sosialisasi ini menurut Nuryati yang juga selaku ketua dari Team A bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat nelayan terhadap faktor resiko penyakit tidak menular dan juga pelaksanaan pemeriksaan kesehatan lingkungan masyarakat nelayan di kawasan wisata Karimunjawa.
“Sosialisasi dan pelatihan ini diupayakan untuk meningkatkan pengetahuan K3 secara umum , sedangkan secara khusus agar masyarakat nelayan itu sendiri memahami apa yang dimaksud dengan penyakit tidak menular, pencegahan yang bisa dilakukan, cara pengobatan jika ada masyarakat yang terpapar dan langkah perbaikan berkelanjutan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kesehatan secara pribadi. Penyampaian materi oleh tenaga pendidik dari departemen layanan informasi dan Kesehatan sekolah vokasi UGM diawali dengan skrining dan sosialisasi penyakit tidak menular bagi para nelayan serta pelaksanaan pre test dan post test sebagai bagian dari pelatihan.” kata Nuryati.
Pengabdian Kepada Masyarakat Khususnya kepada Nelayan Kawasan Wisata Karimunjawa bukan yang pertama kalinya, hal itu juga pernah dilakukan oleh team Dept. layanan dan informasi kesehatan Sekolah Vokasi UGM beberapa tahun silam sebelum masa pandemi Covid 19.
Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan terhadap masyarakat nelayan beberapa hasil diantaranya tingkat kesehatan sudah normal namun ada beberapa juga yang tidak normal ,sehingga pelatihan waktu itu berlangsung lebih menarik karena diskusi antara peserta dan pemateri menjadi lebih interaktif. Sedangkan pelatihan itu sendiri diawali dengan melakukan tinjauan awal K3 yang pada kegiatan kemarin melalui pre test dan post test kepada peserta yang hadir dalam acara tersebut. Mayoritas setelah pelatihan diberikan peserta sudah mengalami peningkatan dengan memahami K3. Pembangunan dan pengembangan klinik kesehatan dari pemerintah dirasa perlu menurut masyarakat karimunjawa dalam menunjang kesehatan pribadi yang berimbas pada peningkatan kegiatan pariwisata. Peran pemerintah dalam melakukan monitoring aspek Kesehatan masyarakat di lokasi pariwisata ini sangat ditunggu – tunggu oleh masyarakat dan nelayan karimunjawa.
Membahas tentang penyakit tidak menular ini perlu diberikan edukasi mulai dari semua anggota keluarga karena berperan terhadap potensi munculnya penyakit meskipun bukan kategori mudah menular. Mulai dari gaya hidup , pola makan dan faktor keturunan harus menjadi fokus setiap keluarga dalam mengantisipasi penyakit tidak menular yang bisa muncul.
Acara ini dihadiri oleh 50 orang yang terdiri dari masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, perwakilan dari kader posyandu dan beberapa berasal dari keluarga Nelayan. Acara diawali dengan skrining kepada semua peserta undangan untuk cek tekanan darah, kadar gula dan Uji kandungan Oksigen dalam darah yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal peserta kemudian memberikan pemahaman dan cara pengendalian terhadap kondisi kesehatan para peserta tamu undangan.