Edukasi Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pariwisata untuk Mewujudkan Keindahan dan Kenyamanan Wisata di Karimunjawa

Karimunjawa, destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jepara yang dijuluki “pulau liburan” menjadi salah satu sektor yang berupaya meningkatkan daya tariknya, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja perlu diketahui oleh seluruh  pelaku di sektor wisata untuk mewujudkan keindahan dan kenyamanan wisata serta meningkatkan daya tarik.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Savitri Citra Budi, SKM., MPH melalui berbagai aspek., bersama anggota tim lainnya, yakni Dr. Nur Rokhman, S.Si., M.Kom., Dr. Wiryanta, S.T., M.T., Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D., Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN. Eng., Dian Herawati, S.T., SST., MPH., dan Marko Ferdian Salim, SKM., MPH., mengadakan program edukasi dan pelatihan bertajuk Edukasi Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pariwisata untuk Mewujudkan Keindahan dan Kenyamanan Wisata di Karimunjawa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku industri pariwisata tentang pentingnya menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap aktivitas wisata.

Selain memberikan penyuluhan, kegiatan ini juga melibatkan pelatihan praktis untuk seluruh peserta. Simulasi penanganan kecelakaan kerja, penggunaan peralatan keselamatan, dan evakuasi darurat dilakukan selama pelatihan. Diberikan kesempatan kepada para peserta, yang terdiri dari pelaku bisnis pariwisata lokal, pemandu wisata, dan nelayan, untuk langsung mempraktikkan langkah-langkah keselamatan yang diperlukan dalam situasi darurat. Hal ini bertujuan untuk memastikan mereka memiliki kemampuan untuk menangani situasi yang berisiko dan menjaga keselamatan wisatawan.

Program ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang bahaya yang mungkin terjadi di industri pariwisata untuk keselamatan pekerja dan wisatawan. Beberapa topik penting yang dibahas termasuk prosedur evakuasi darurat, standar keselamatan untuk aktivitas laut, dan pengendalian kecelakaan kerja yang mungkin terjadi di lokasi wisata.

Dr. Savitri menyatakan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi adalah para pelaku wisata tidak memahami K3 dan bagaimana penerapannya dapat berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan. “Dengan menerapkan K3 secara efektif, bukan hanya keselamatan wisatawan yang terjamin, tetapi juga citra positif destinasi wisata seperti Karimunjawa akan semakin meningkat,” katanya.

Program ini juga mengajarkan pentingnya mempersiapkan diri untuk bencana alam seperti angin kencang dan gelombang tinggi, yang dapat membahayakan pengunjung. Selain warga setempat, instruksi ini diberikan kepada pengelola kapal wisata, penyedia jasa snorkeling, dan pemandu wisata lokal.

Dengan adanya program edukasi dan pelatihan K3 ini, diharapkan Karimunjawa dapat terus menjadi tempat wisata yang aman, indah, dan nyaman bagi wisatawan. Dengan menerapkan K3 yang efektif, sektor pariwisata tidak hanya akan meningkatkan pengalaman wisatawan tetapi juga akan menjaga kesejahteraan pekerja dan lingkungan. Program edukasi K3 ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk menciptakan pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*