Peneliti UGM Temukan Rancangan Latihan Bahu Berbasis PNF dengan memanfaatkan teknologi Sebagai Terapi Awal Stroke yang Dukung Pencapaian SDGs untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Penulis: Savitri Citra Budi

Yogyakarta, 2024 – Tim peneliti dari Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dipimpin oleh Savitri Citra Budi bersama Nur Rokhman dan tim mahasiswa, melakukan penelitian inovatif untuk menemukan metode lain untuk terapi stroke dengan memanfaatkan teknologi. Penelitian awal ini fokus pada latihan gerakan bahu berbasis Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) dengan bantuan teknologi sebagai salah satu latihan awal yang dapat mempercepat pemulihan pasien stroke dan meningkatkan kualitas hidup mereka pasca stroke.

Latihan gerakan bahu PNF dengan bantuan teknologi diharapkan dapat memperbaiki fungsi motorik pasien pasca stroke. Diketahui saat ini bahwa pasien iskemik mendominasi hingga 80% kasus stroke di Indonesia. Temuan awal ini menunjukkan bahwa latihan gerakan bahu berdasarkan PNF dengan sentuhan teknologi dapat menjadi alternatif solusi efektif dan dapat dilakukan di rumah oleh pasien dengan bantuan keluarga. Dengan memperkenalkan gerakan sederhana ini, diharapkan pemulihan pasien stroke bisa lebih optimal dan risiko serangan berulang dapat dikurangi.

Penelitian ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 yang fokus pada peningkatan kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Savitri Citra Budi menjelaskan, “Latihan PNF adalah langkah awal dalam terapi stroke yang dapat diakses dengan mudah oleh pasien, dan kami percaya ini dapat berdampak besar pada kualitas hidup mereka. Ini adalah fase pertama dari penelitian kami yang bertujuan mengidentifikasi upaya yang dapat dikembangkan untuk rehabilitasi stroke dengan memanfaatkan teknologi yang lebih interaktif dan efektif.”

Peneliti juga menekankan bahwa pendekatan inovatif ini tidak hanya berkontribusi pada SDG 3, tetapi juga mendukung SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) serta SDG 9 (Infrastruktur industri dan Inovasi), dengan fokus pada pengembangan teknologi terapi stroke yang dapat dilakukan di rumah dan mempercepat pemulihan tenaga kerja produktif.

Tim peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan alat terapi stroke berbasis teknologi yang lebih efektif dan meningkatkan akses rehabilitasi stroke di Indonesia, baik di rumah sakit maupun di rumah.

Penelitian ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan penanganan stroke, mendukung tujuan SDGs, dan membantu pasien stroke di Indonesia mendapatkan terapi yang lebih mudah diakses dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*